Jakarta (ANTARA) - Bank Jakarta meraih penghargaan Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Literasi Keuangan Teraktif 1 dalam rangkaian Jakarta Financial Festival 2026 atas komitmen perusahaan mendekatkan layanan perbankan ke masyarakat.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat peran dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Bank Jakarta untuk terus memperluas edukasi keuangan dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat," kata Agus dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Ia meyakini literasi keuangan yang baik akan mendorong masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak, sedangkan inklusi keuangan yang berkualitas dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Menurut Agus, kemajuan industri jasa keuangan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, besarnya transaksi, maupun perkembangan teknologi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Agus menambahkan pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan regulator, pemerintah daerah, dan pelaku industri jasa keuangan untuk menghadirkan program literasi dan inklusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pedagang pasar dan pelaku u""saha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bank Jakarta, kata Agus, akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan, mengembangkan layanan digital yang mudah diakses, serta memperkuat pelindungan konsumen dan pemberdayaan UMKM.

"Kami berharap upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung Jakarta menuju kota global dengan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Agus.

Jakarta Financial Festival 2026 mengusung tema “Kumpul Asik, Melek Finansial, Ekonomi Tumbuh” dan diselenggarakan pada 23-24 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, Perumda Pasar Jaya, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta, serta berbagai pelaku industri jasa keuangan untuk memperluas akses sekaligus mendekatkan edukasi dan layanan keuangan kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan DKI Jakarta mencapai 84,01 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 99,74 persen.

Capaian tersebut menjadi landasan untuk terus meningkatkan kualitas pemanfaatan layanan keuangan agar tidak hanya mudah diakses, tetapi juga digunakan secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari partisipasinya dalam Jakarta Financial Festival 2026, Bank Jakarta menghadirkan berbagai aktivitas edukasi dan layanan melalui booth Bank Jakarta.

Aktivitas tersebut meliputi pengenalan produk pendanaan dan pembiayaan, layanan transaksi digital, permainan interaktif, serta pemeriksaan kesehatan melalui kolaborasi dengan Klinik Bank Jakarta.

Berbagai kegiatan ini mengusung pesan “Sehat Finansial, Sehat Badannya, Kuat Jakartanya” untuk mendekatkan layanan perbankan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan finansial.

Baca juga: Terapkan inovasi keuangan, Direktur Bank Jakarta raih penghargaan

Baca juga: Pramono: Rencana IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta tunggu waktu yang tepat

Baca juga: Bank Jakarta perkuat kerja sama strategis dengan BUMD dan BUMN

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ade irma Junida

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira