Jakarta (ANTARA) - Ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu mulai menemukan kecocokan permainan setelah meraih kemenangan perdana sebagai pasangan pada babak 32 besar Hylo Open 2026 di Saarbrücken, Jerman, Rabu.

Dejan/Felisha mengalahkan wakil tuan rumah Patrick Volkmann/Franziska Volkmann melalui pertandingan tiga gim 21-14, 19-21, 21-16 untuk memastikan tempat di babak 16 besar.

"Secara chemistry dari tiga pertandingan ini, terasa lebih berkembang dan lebih tahu juga satu sama lain. Untuk pola permainannya belum sempurna tapi sudah lebih faham satu sama lain," kata Felisha dalam keterangan resmi PP PBSI.

Felisha mengatakan komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kerja sama dengan Dejan.

Keduanya berusaha saling memberikan semangat dan menutupi kekurangan masing-masing sepanjang pertandingan.

Meski belum sepenuhnya menemukan pola permainan terbaik, Felisha menilai kerja sama mereka semakin berkembang setelah menjalani tiga pertandingan bersama.

"Pertandingan hari ini berjalan cukup baik dan menang pertama kali dengan Dejan Ferdinansyah. Secara keseluruhan bisa mengontrol jalannya pertandingan," ujar Felisha.

Namun, kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Setelah mengamankan gim pertama 21-14, Dejan/Felisha kehilangan momentum pada gim kedua ketika pasangan Jerman mengubah pola permainan dan meningkatkan tempo serangan.

Dejan mengakui perubahan strategi lawan membuat mereka kesulitan mempertahankan kendali permainan hingga harus menyerah 19-21.

"Di game kedua tadi lawan mencoba merubah pola dan lebih cepat, kami terbawa tempo mereka," ujar Dejan.

"Kami kurang nyaman dengan pola mereka di game kedua," katanya menambahkan.

Selain perubahan strategi lawan, Felisha mengungkapkan kondisi arena pertandingan turut menjadi tantangan. Ukuran gedung yang tidak terlalu besar dan tinggi membuat karakter laju kok berbeda dibandingkan turnamen lainnya.

"Di penyesuaian lapangan cukup ada kendala, karena di sini hall-nya tidak besar dan tidak tinggi jadi tekanan shuttlecock juga jauh berbeda dari pertandingan lain, apalagi saat game kedua," kata Felisha.

Sementara itu, Dejan mengungkapkan pasangan Jerman memiliki keunggulan dari kekuatan smes pemain putra serta kemampuan mengembalikan kok yang menyulitkan mereka untuk mematikan lawan.

Meski menghadapi wakil tuan rumah, Dejan mengaku tidak merasakan tekanan berarti dari penonton karena suasana pertandingan relatif sepi.

"Melawan wakil tuan rumah untuk tekanan dari suporter tidak terlalu berasa karena tidak banyak penonton di sini, jadi seperti main biasa aja," ujar Dejan.

Baca juga: Ana/Trias bidik podium tertinggi Hylo Open 2026

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Ramdan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira