Dari hulu ke hilir, kami ini pendukung awalnya. Ketika kapal tidak bisa disandarkan, otomatis tidak ada pembongkaran di sisi kilang, sehingga produksi bisa terdampak

Indramayu (ANTARA) - Di darat, minyak mentah diolah menjadi ragam produk bahan bakar. Namun, jauh sebelum tiba di kilang, cairan berharga itu lebih dahulu hinggap di fasilitas terapung tengah laut, area yang kerap luput dari amatan orang awam.

Di tengah laut inilah sosok Maman Suherman menjalani rutinitas, seperti pada Kamis (22/10) siang, saat terik matahari di kawasan pesisir terasa menyengat kulit hingga keringatnya mengalir deras. Namun, sorot matanya tetap tajam tertuju ke arah perairan lepas.

Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 13.34 WIB, ia bersiap mengarungi laut. Maman hendak melihat dari dekat kondisi Single Point Mooring (SPM), simpul vital yang mengalirkan energi untuk Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat.

“Kapal mulai bergerak, menuju SPM 35.000 (deadweight tonnage/DWT). Bergerak perlahan meninggalkan jetty,” tuturnya, saat berkomunikasi dengan petugas pelabuhan memakai telepon kabel berwarna hitam.

Lelaki paruh baya berusia 57 tahun, asal Kuningan, Jawa Barat, itu duduk di kursi kemudi, mengarahkan pandangan ke depan sembari mengendalikan tuas dan memantau panel navigasi.

Kapal yang dikemudikannya bernama Transko Dara 3218. Kapal tunda (tugboat) milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) ini memiliki panjang 33,36 meter, lebar 11 meter, dan tonase kotor 465 GT.

Kapal tersebut dilengkapi sistem azimuth stern drive (ASD), yang memungkinkan unit pendorongnya berputar hingga 360 derajat. Kemampuan ini membuat kapal lebih lincah bermanuver di perairan terbatas, terutama saat membantu kapal tanker bersandar maupun meninggalkan tambatan.

Selain membantu pergerakan kapal tanker, Transko Dara 3218 digunakan untuk mengangkut personel menuju fasilitas lepas pantai. Misalnya saat petugas perlu menjangkau SPM.

Kapal PIS Cinta saat berada di kawasan Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). ANTARA/Fathnur Rohman.

Perlahan, kapal tunda yang dikemudikan Maman menjauh dari kawasan pelabuhan. Bentangan laut semakin terbuka, sementara aktivitas di sekitar dermaga tampak mengecil seiring bertambahnya jarak.

Di antara rutinitas di kawasan tersebut, kapal tanker PIS Cinta dengan kapasitas 2.000 metrik ton terlihat bersandar di jetty. Kapal itu tengah melakukan pemuatan avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan. Sementara pelayaran Maman berlanjut menuju fasilitas SPM.

Sebelum mendekati SPM, kapal tunda dapat bergerak menuju area labuh siaga yang berjarak sekitar 10-15 mil laut dari fasilitas tersebut. Dari titik itu, pergerakan kapal menyesuaikan kebutuhan operasional dan kondisi di perairan.

Baca juga: Memanfaatkan sisa gas untuk operasional Kilang Balongan

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Fathnur Rohman

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira