Jakarta (ANTARA) - Daun ketapang asal Sidoarjo, Jawa Timur menembus pasar Australia setelah Ocean Institute of Indonesia (OII) Kampus Sidoarjo mengekspor 100 kilogram komoditas tersebut dengan nilai transaksi sekitar 1.500 dolar AS atau sekitar Rp27,18 juta pada Oktober 2026.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan resmi KKP di Jakarta, Senin, mengatakan ekspor tersebut menjadi contoh pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi dan kewirausahaan yang dikembangkan di lingkungan pendidikan vokasi.

Menurut dia, pendidikan kelautan dan perikanan tidak hanya bertujuan menyiapkan lulusan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga membekali mereka agar mampu berwirausaha dan menciptakan nilai tambah dari potensi sektor tersebut.

KKP menyatakan daun ketapang dipilih karena memiliki potensi pemanfaatan dalam industri ikan hias dan akuarium. Melalui penanganan yang tepat, komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta menjelaskan pengiriman tersebut merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek Program Studi Agribisnis Perikanan OII Kampus Sidoarjo yang bekerja sama dengan CV Al Mina Berkah.

Menurut Nyoman, sebelum mengirimkan 100 kilogram daun ketapang, para taruna terlebih dahulu mengirimkan sampel seberat dua kilogram kepada calon pembeli di Australia.

Setelah itu, pada September 2026, mereka menerima permintaan lanjutan sebanyak 100 kilogram.

Dengan harga 15 dolar AS per kilogram, pengiriman tersebut menghasilkan nilai transaksi sekitar 1.500 dolar AS.

Nyoman mengatakan para taruna di Ocean Institute of Indonesia (OII) Kampus Sidoarjo terlibat langsung dalam proses bisnis, mulai dari mencari calon pembeli, melakukan korespondensi perdagangan internasional, menyeleksi bahan baku, menjaga mutu, hingga menyiapkan produk untuk pasar ekspor.

“Nilai transaksi awal mungkin belum besar, tetapi yang lebih penting adalah terbukanya akses ke pasar internasional dan pengalaman taruna menjalani proses ekspor secara langsung,” ujar Nyoman.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan muda di sektor kelautan dan perikanan.

Baca juga: Karantina Babel kawal UMKM ekspor daun ketapang ke tiga negara

Baca juga: BC Pangkalpinang membantu UMKM ekspor daun ketapang ke AS

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Shofi Ayudiana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira