Jakarta (ANTARA) - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara menargetkan peletakan batu pertama atau ground breaking untuk proyek pembangunan 12 kawasan kota masa depan atau smart city berlangsung pada Desember 2026 di tiga lokasi.

“Kita harus menjadi ikonnya Indonesia apapun yang kita kerjain, makanya kita kerjain dengan benar, master plan-nya benar, yang arsiteknya benar,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.

Dony mempercepat persiapan pembangunan 12 kawasan kota masa depan tersebut. Persiapan pembangunan mencakup penyiapan lahan, pembentukan tim, serta penyusunan master plan agar pelaksanaan proyek dapat segera dimulai.

Dony menekankan bahwa pembangunan kota masa depan membutuhkan struktur organisasi dan tim pelaksana yang kuat serta didukung tenaga ahli berpengalaman.

Baca juga: Otorita terapkan pengukuran energi digital dukung "smart city" IKN

Hal ini mengingat skala investasi dan kompleksitas pembangunan kota jauh lebih besar dibandingkan pembangunan fasilitas komersial biasa. Karena itu, setiap proyek harus memiliki struktur pengelolaan yang jelas, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

“Setiap project itu nanti ada struktur project-nya karena investment-nya kan gede dan itu project bukan bangun hotel, tapi bangun kota,” ujar Dony.

Sebagai tahap awal, penyusunan master plan akan diprioritaskan pada tiga lokasi, yakni Walini, Batang, dan Medan.

Sementara itu, sejumlah lokasi lain seperti Tuban dan Subang juga masuk dalam identifikasi pengembangan.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Putu Indah Savitri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira