Dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran mencatatkan capaian penting di sisi produksi dan cadangan pangan.
Jakarta (ANTARA) - Peneliti Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menilai dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat penguatan sektor pangan nasional melalui peningkatan produksi dan cadangan pangan.
"Dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran mencatatkan capaian penting di sisi produksi dan cadangan pangan," kata Eliza dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Eliza mengatakan capaian produksi pangan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, dengan produksi beras 2025 mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja produksi pangan nasional pada 2026, juga tetap menunjukkan tren positif meski menghadapi tantangan perubahan iklim seperti El Nino yang berpotensi mempengaruhi sektor pertanian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Januari hingga Agustus 2026 meningkat 0,07 persen secara tahunan, sementara proyeksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkirakan produksi beras sepanjang 2026 mencapai 34,76 juta ton.
Angka tersebut berada di atas kebutuhan konsumsi nasional yang diperkirakan sekitar 31,2 juta ton, sehingga menunjukkan ketersediaan beras nasional masih berada dalam kondisi surplus.
Selain beras, pemerintah juga mencatat delapan komoditas pangan strategis mencapai swasembada berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, meliputi beras, jagung, gula konsumsi, ayam ras, telur, bawang merah, dan cabai.
Menurut Eliza, penguatan produksi tersebut menjadi capaian penting, karena menunjukkan kemampuan sektor pangan nasional menyediakan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi menuju kemandirian pangan.
Dari sisi cadangan pangan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog berada pada kisaran 4,5 juta hingga 4,56 juta ton pada Oktober 2026.
Pengadaan gabah dan beras dalam negeri Bulog yang telah melampaui target 4 juta ton, juga mencerminkan meningkatnya peran produksi petani dalam memperkuat cadangan pangan nasional.
Eliza menilai kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dan penyerapan aktif Bulog memberikan kepastian pasar bagi petani saat menghadapi musim panen.
Kebijakan tersebut turut mendukung peningkatan kesejahteraan petani yang tercermin melalui perbaikan Nilai Tukar Petani pangan, setelah harga gabah mengalami penyesuaian.
Menurut Eliza, capaian produksi dan penguatan cadangan pangan menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melanjutkan pembenahan sektor pangan menuju sistem yang lebih tangguh.
Ke depan, ia mendorong pemerintah memperkuat keberlanjutan produksi melalui peningkatan produktivitas, efisiensi rantai pasok, pengurangan kehilangan hasil panen, serta penguatan ketahanan menghadapi perubahan iklim.
Eliza menegaskan penguatan produksi pangan selama dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi pijakan penting untuk membangun sistem pangan nasional yang semakin mandiri, stabil, dan berkelanjutan.
Baca juga: Zulhas: Dua tahun Prabowo-Gibran mencapai swasembada delapan komoditas
Baca juga: Zulhas paparkan 13 capaian Kemenko Pangan dua tahun Prabowo-Gibran
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Harianto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira