Jakarta (ANTARA) - Teknologi baterai ion natrium mulai diarahkan untuk memperkuat sektor kendaraan komersial listrik di China, setelah pengujian pada truk berat menunjukkan baterai tersebut mampu mempertahankan lebih dari 90 persen kapasitas pakainya pada suhu minus 40 derajat Celsius.
Pengujian yang dilakukan pada truk listrik FAW Jiefang J6P tersebut, menjadi salah satu pijakan HiNa Battery dalam memperluas penerapan baterai natrium untuk kendaraan komersial.
Perusahaan itu juga menyiapkan pembangunan fasilitas produksi berkapasitas 10 gigawatt-jam (GWh) per tahun di Wuhan, China.
CarnewsChina pada Senin melaporkan bahwa proyek fasilitas tersebut disepakati bersama Distrik Jiangxia, Wuhan, pada 14 Oktober 2026.
Baca juga: CATL perluas ekosistem EV dan jaringan penukaran baterai
Tahap pertama pembangunan memiliki kapasitas 3 GWh, dengan konstruksi dijadwalkan mulai awal 2027 dan produksi awal ditargetkan berlangsung sebelum akhir tahun yang sama.
Ekspansi tersebut berlangsung ketika pemerintah China, memberikan insentif fiskal bagi pengembangan teknologi baterai alternatif.
Berdasarkan pengumuman Kementerian Keuangan, Administrasi Umum Bea Cukai, dan Administrasi Perpajakan China pada 16 Juli 2026, baterai ion natrium dibebaskan dari pajak konsumsi hingga 31 Desember 2028, selama memenuhi standar nasional yang berlaku.
Sebaliknya, baterai ion litium tertentu dikenakan pajak konsumsi sebesar 2 persen mulai 1 September 2026. Tarif tersebut dijadwalkan meningkat menjadi 4 persen pada 1 September 2027.
HiNa juga menjalin kerja sama dengan Chengli Special Automobile Group untuk mengembangkan kendaraan kebersihan bertenaga baterai natrium, termasuk truk pengangkut sampah, pengangkut kontainer, penyemprot debu, dan pengangkut limbah makanan.
Dalam pengujian yang berlangsung hampir tujuh bulan hingga Juni 2026, truk FAW Jiefang J6P menggunakan baterai natrium berkapasitas 339 kWh dan menempuh jarak lebih dari 15.000 kilometer.
Baca juga: Changan dan CATL perluas kemitraan di industri baterai EV
Pada suhu minus 40 derajat Celsius, baterai tersebut diklaim masih mempertahankan lebih dari 90 persen kapasitas pakainya.
Pada Agustus 2026, HiNa bersama Tonly Heavy Industries juga menyerahkan truk tambang listrik dengan sistem baterai natrium berkapasitas 676 kWh kepada tambang Tangshan Sanyou di Provinsi Hebei.
Meski memiliki keunggulan pada kinerja suhu rendah dan ketersediaan bahan baku natrium, teknologi ini masih menghadapi tantangan kepadatan energi.
Spesifikasi baterai HiNa mencatat kepadatan energi gravimetrik minimal 145 Wh/kg, sementara biaya produksi baterai natrium belum secara konsisten lebih rendah dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP).
Karena itu, kendaraan berat dan armada komersial menjadi salah satu sasaran awal penerapan teknologi tersebut sebelum penggunaannya diperluas ke segmen kendaraan listrik lainnya.
Baca juga: Porsche produksi sel baterai EV dengan material katoda daur ulang
Baca juga: BYD bakal pasang baterai solid-state ke mobilnya mulai 2027
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Source: ANTARA · Chairul Rohman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira