Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor menjelaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui jalur darat tetap menjadi prioritas untuk dilakukan di lapangan.

"Karena petugas dapat menjangkau sumber api secara langsung, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah," katanya di Sampit, Senin.

Baca juga: Bupati Kotim: Kabut asap kian pekat dipengaruhi sejumlah faktor

Meski demikian, Pemkab Kotim juga terus mengupayakan dukungan pemadaman dari udara menggunakan helikopter pengebom air atau water bombing untuk kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Halikinnor mengaku telah meminta bantuan kepada Komandan Lanud Iskandar agar helikopter yang berada di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan dapat membantu penanganan kebakaran di Kecamatan Pulau Hanaut dan Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.

Dukungan tersebut diharapkan dapat diarahkan ke titik-titik api yang masih aktif, terutama pada lokasi yang tidak memungkinkan dijangkau petugas darat.

“Yang paling efektif memang melalui jalur darat karena bisa langsung mematikan api sampai ke sumber kebakaran, apalagi daerah kita merupakan lahan gambut. Namun, minimal untuk lokasi yang tidak terjangkau, kita berharap bisa dibantu dengan water bombing,” kata Halikinnor.

Baca juga: Kemenhut siap koordinasikan penanganan lahan terlantar cegah karhutla

Baca juga: Menhut tegaskan pemerintah tidak lepas tangan terkait karhutla

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah pada 25 Oktober 2026, tercatat akumulasi Se-Kalimantan Tengah mencapai sebanyak 7.070 kejadian dengan luasan terbakar 20.385,26 hektare.

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur akumulasi mencapai 1.339 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan luasan terbakar mencapai 3.453 hektare.

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Devita Maulina
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Arif Hidayat/Devita Maulina

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira