Penataan jalur Puncak, perencanaan sudah kita persiapkan di 2025-2026, yang DED-nya sudah siap. Kita akan tindak lanjuti pembangunan infrastrukturnya di 2027.

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyiapkan pembangunan sejumlah jalan sodetan di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 2027 untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik jalur tersebut.

Rudy saat meninjau kawasan Telaga Saat, Cisarua, Jumat, mengatakan Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan dokumen perencanaan teknis atau detail engineering design (DED) penataan jalur Puncak sepanjang 2025-2026.

"Penataan jalur Puncak, perencanaan sudah kita persiapkan di 2025-2026, yang DED-nya sudah siap. Kita akan tindak lanjuti pembangunan infrastrukturnya di 2027," kata Rudy.

Ia menjelaskan salah satu fokus pembangunan infrastruktur tersebut adalah membuka sejumlah jalan sodetan pada titik-titik yang selama ini menjadi lokasi kemacetan kendaraan wisatawan.

Menurut dia, pembangunan jalan sodetan merupakan bagian dari penataan kawasan Puncak secara menyeluruh untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas, sekaligus mendukung aktivitas pariwisata.

Rudy sebelumnya melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik di sepanjang jalur Puncak bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor.

Peninjauan dimulai dari kawasan Gadog, Simpang Pasir Muncang, Pasir Angin, Megamendung, Simpang Tiga Hankam, Pasar Cisarua, hingga Simpang Tiga Taman Safari Indonesia.

Selain pembangunan jalan sodetan, Pemkab Bogor juga menyiapkan pembenahan kawasan peristirahatan atau rest area Puncak dengan melibatkan para pelaku usaha pariwisata.

"Lalu kedua, kita juga akan berupaya untuk merapikan rest area Puncak, sehingga peran dari pemerintah kabupaten berkolaborasi dengan para pelaku dunia usaha pariwisata di kawasan Puncak," ujarnya.

Rudy mengatakan penataan jalur Puncak juga mencakup penertiban bangunan ilegal, khususnya bangunan yang menutupi saluran air di sepanjang kawasan wisata tersebut.

Meski demikian, ia memastikan langkah penataan tetap mempertimbangkan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

Pemkab Bogor, kata dia lagi, akan mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam melakukan penataan agar kepentingan pembangunan infrastruktur dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.

"Kita tidak ingin menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang ada di wilayah selatan. Kita mengedepankan semuanya musyawarah mufakat agar keberlangsungan wisata Puncak bisa lebih optimal," katanya pula.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata melalui berbagai program pemerintah, termasuk kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang diarahkan ke wilayah Bogor Selatan.

Baca juga: Pemkab Bogor mulai garap tujuh simpang penyebab macet jalur Puncak

Baca juga: Komisi VII DPR dorong solusi baru atasi macet jalur wisata Puncak

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · M Fikri Setiawan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira