Naha (ANTARA) - Pasukan Militer Amerika Serikat (AS) di Okinawa, Jepang, memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan jam malam selama satu bulan ke depan bagi pasukannya, menyusul keterlibatan sejumlah personel dalam aksi kriminal di wilayah tersebut.

Jam malam itu diberlakukan sejak 9 Oktober lalu mulai tengah malam hingga pukul 05.00. Awalnya, pembatasan aktivitas tersebut dijadwalkan berakhir pada Minggu (8/11), tapi kini resmi diperpanjang hingga 7 Desember mendatang bagi para personel berpangkat di bawah sersan.

Keputusan tersebut diambil setelah seorang anggota marinir ditangkap kepolisian setempat akibat mengemudi dalam kondisi mabuk saat jam malam berlangsung.

Padahal, pembatasan aktivitas itu diterapkan menyusul penangkapan seorang marinir AS lainnya bernama Devin Ballard atas dugaan perampokan dan pembunuhan terhadap seorang perempuan di Naha.

Pihak militer AS menyatakan bahwa anggota militer berpangkat sersan ke atas dibebaskan dari penambahan jam malam tersebut.

Namun, seluruh personel tanpa terkecuali dilarang membeli maupun mengonsumsi minuman beralkohol di luar kediaman mereka setelah tengah malam.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Dugaan pembunuhan oleh marinir AS picu kemarahan di Okinawa Jepang

Baca juga: Marinir AS kembali berulah di Okinawa, Jepang minta perketat disiplin

Baca juga: Takaichi janji kurangi beban pangkalan militer AS di Okinawa

Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Uyu Septiyati Liman

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira