HET beras SPHP untuk wilayah Papua ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram

Sorong (ANTARA) - aszAEPerum Bulog Cabang Sorong, Papua Barat Daya, memperketat pengawasan penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa mitra guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Kepala Bulog Cabang Sorong Sigit Baskoro di Sorong, Kamis, mengatakan pengawasan dilakukan dengan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan pemerintah daerah setempat, terutama terhadap mitra penyalur beras SPHP yang tersebar di wilayah kerja Bulog Sorong.

"HET beras SPHP untuk wilayah Papua ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram (atau sekitar Rp67.500 per kemasan 5 kg)," jelasnya.

Menurut dia, pengawasannya dilakukan dengan sidak ke pasar-pasar dan rumah pangan kita (RPK) yang menjadi binaan Bulog selama ini.

"Biasanya kami juga menggandeng Satgas Pangan dan pemerintah daerah setempat," katanya.

Ia menjelaskan saat ini terdapat sekitar 209 mitra penyalur beras SPHP yang tersebar di dalam maupun luar pasar. Para mitra tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga ketersediaan beras sekaligus mengendalikan harga pangan di masyarakat.

Menurut dia, setiap mitra memperoleh beras SPHP sesuai kebutuhan dengan jumlah pengambilan berkisar satu hingga dua ton dalam setiap transaksi.

Sigit mengatakan Bulog Sorong juga terus menjaga ketersediaan stok beras dan minyak goreng untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, kata dia, stok beras di gudang Bulog Sorong tercatat sekitar 2.600 ton, sedangkan minyak goreng mencapai 444.000 liter. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah seiring pengiriman pasokan dari Jakarta setiap bulan.

"Stok beras sudah kurang lebih 2.600 ton dan minyak goreng sekitar 444.000 liter. Itu akan terus bertambah setiap bulan karena pengiriman dari Jakarta terus kami lakukan," ujarnya.

Ia menjamin ketersediaan kedua komoditas tersebut mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan atau penimbunan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan.

Terkait harga beras, Sigit mengakui potensi kenaikan harga di pasar tetap ada. Namun, Bulog berupaya menekan kenaikan tersebut melalui intervensi pasar dengan menyediakan beras SPHP yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut dia, penyaluran beras SPHP menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di wilayah Papua Barat Daya.

Baca juga: Menko dan Dirut Bulog tinjau penyaluran bantuan pangan di Sorong

Baca juga: Bulog Sorong salurkan 5.000 kg beras SPHP setiap hari ke 190 mitra

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Yuvensius Lasa Banafanu

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira