Mataram (ANTARA) - Kantor Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membangun 10 gudang baru di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
"Ada, insya Allah kita NTB dikasih kurang lebih 6 titik, 10 pembangunan unit gudang. Kita dapat di semua cabang, di Bima ada, di Lombok Timur juga dapat, dan di Sumbawa," ujar Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar di Mataram, Kamis.
Ia menjelaskan, dari 10 unit gudang baru tersebut, kapasitasnya bervariasi. Gudang dengan kapasitas terbesar mencapai 3.500 ton dan akan dibangun di wilayah Lombok.
"Terbesar ada tiga gudang kurang lebih 3.500 ton. Ada di Lombok dan sisanya 1.000 ton. Berarti tiga di Sumbawa, tiga di Lombok ini ya, tapi posisinya lebih besar yang di wilayah Lombok," jelasnya.
Baca juga: Anggota DPR dukung sertifikasi gudang mitra Bulog demi kualitas beras
Mara menyatakan pembagian jumlah gudang di masing-masing cabang pun disesuaikan dengan ketersediaan lahan.
"Kalau di sana masing-masing cabang ada yang dapat dua, ada yang dapat satu. Kita sesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia saat ini," ucap Mara.
Menurutnya, saat ini Bulog NTB memiliki 16 titik gudang milik sendiri dengan total kapasitas sekitar 117.000 ton. Untuk mengoptimalkan penyimpanan, Bulog juga menyewa gudang-gudang milik swasta.
"Kita sudah sewa gudang swasta kurang lebih totalnya hampir 150 ribu ton. Total semua dengan yang baru nanti kurang lebih di angka 250 ribu-an ton ya," ungkapnya.
Baca juga: Bulog Jatim sewa 269 gudang tambahan perkuat cadangan pangan
Ia menegaskan, pergerakan stok di gudang bersifat dinamis, ada yang kosong dan ada yang kembali diisi. Pihaknya terus mengoptimalkan gudang sewa hingga tahun 2026.
"Ini kan bergerak terus ya, ada yang kosong, ada yang kita isi lagi gitu. Dan kami masih terus mengoptimalkan untuk gudang sewa. Angka di 2026," ujar Mara.
Mara menambahkan dengan penambahan gudang baru tersebut, Bulog memastikan kesiapan-nya dalam menyerap hasil panen petani.
"Insya Allah, Bulog siap melakukan serapan gabah beras dan jagung 2027. Dan sampai hari ini kita masih lakukan," katanya.
Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Nur Imansyah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira