Bandung (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat menyalurkan 60 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung keberlanjutan usaha peternak ayam petelur skala mikro.
Kepala Kanwil Bulog Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan penyaluran tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi, khususnya komponen pakan yang menjadi salah satu pengeluaran utama dalam usaha peternakan ayam petelur.
“Di wilayah Kanwil Bulog Jawa Barat, kegiatan dilaksanakan di enam lokasi, termasuk di Bandung. Total penyaluran jagung SPHP hari ini mencapai 60 ton untuk enam kabupaten,” kata Nurman kepada ANTARA di Bandung, Kamis.
Nurman menyebut Bulog menjual jagung SPHP kepada koperasi sebesar Rp5.000 per kilogram. Selanjutnya, koperasi dapat menjual kepada peternak dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram.
Baca juga: Jabar genjot Zona KHAS di 27 daerah demi dongkrak wisata halal
“Hingga saat ini, realisasi penyaluran jagung SPHP di wilayah Jabar telah mencapai sekitar 1.100 ton,” kata dia.
Terkait mekanisme penyaluran, ia menjelaskan bahwa calon penerima terlebih dahulu didata oleh dinas terkait. Data tersebut kemudian diteruskan kepada pemerintah provinsi dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Selanjutnya, Bapanas menugaskan Bulog untuk menyalurkan jagung sesuai alokasi yang telah ditetapkan, termasuk berdasarkan nama koperasi dan peternak yang tercatat dalam data penerima.
“Bulog menerima penugasan berdasarkan jumlah tonase, nama koperasi, dan nama peternak. Seluruh penerima sudah terdata berdasarkan nama dan alamat,” ujarnya.
Baca juga: Ekonomi Jabar triwulan III 2026 tumbuh 5,89 persen, lampaui nasional
Selain menyalurkan jagung, Bulog Jabar juga berencana menyerap sebanyak 4,6 ton telur dari peternak di enam kabupaten dengan dilakukan secara bertahap hingga bulan depan.
“Kami berharap dari program ini dapat menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani melalui penyerapan hasil panen oleh Bulog,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rubby Jovan Primananda
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira