Secara umum pasti akan seperti itu, sistem FIFO karena kita mengutamakan untuk komposisi terhadap rasa.

Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Semarang mendistribusikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menerapkan prinsip FIFO (First In First Out) serta memastikan ketersediaan beras dengan mutu dan kualitas terjaga.

"Secara umum pasti akan seperti itu, sistem FIFO karena kita mengutamakan untuk komposisi terhadap rasa," kata Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa ditemui di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu.

Dia menyampaikan prinsip FIFO yakni beras yang lebih dulu masuk atau disimpan ke dalam gudang Bulog, maka dari itu adalah stok yang harus pertama kali dikeluarkan atau didistribusikan ke luar gudang.

Hal itu dilakukan demi menjaga kualitas, kesegaran, serta keamanan beras agar tidak terlalu lama tersimpan di dalam gudang dan tetap layak dikonsumsi masyarakat.

Bulog setempat mencatat ketersediaan CBP hingga akhir Oktober 2026 mencapai sekitar 81.600 ton. Stok itu aman untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat hingga panen pertama di 2027.

Dari total stok tersebut, Gudang Tambakaji Bulog Semarang tercatat menyimpan sekitar 6.300 ton beras CBP termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang telah dikemas.

Yudha mengatakan ketahanan stok CBP di wilayah kerjanya diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan selama empat hingga lima bulan ke depan.

Menurutnya, pengelolaan stok dilakukan dengan memperhatikan kualitas sejak proses penerimaan beras melalui pemeriksaan sejumlah parameter sesuai ketentuan penyerapan pemerintah.

Pemeriksaan tersebut meliputi kadar air, butir patah, persentase menir, hingga derajat sosoh untuk memastikan beras yang diterima memenuhi standar Cadangan Beras Pemerintah.

Setelah penerimaan, Bulog Semarang melakukan perawatan berkala terhadap stok melalui penyemprotan, fumigasi, serta pengawasan harian untuk menjaga kondisi beras tetap baik.

Yudha menjelaskan pengendalian hama terpadu, juga diterapkan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas beras selama berada dalam fasilitas penyimpanan Bulog.

Lebih lanjut Yudha menyampaikan seluruh stok beras yang tersedia saat ini merupakan hasil produksi tahun 2026, sehingga membantu menjaga kualitas melalui mekanisme perputaran stok secara berkelanjutan.

Menurutnya, sistem perputaran stok atau revolving dilakukan agar tidak terdapat beras dengan usia simpan panjang, sekaligus memberikan ruang untuk penerimaan pasokan baru.

Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog Semarang digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga, hingga dukungan penanganan kondisi tertentu.

"Dalam tiga bulan terakhir ini, pengeluaran beras terbesar Bulog Semarang berasal dari program bantuan pangan pemerintah dengan volume mencapai sekitar 20.000 hingga 22.000 ton," ujarnya pula.

Bulog Semarang memastikan pengelolaan CBP terus dilakukan secara optimal agar stok tersedia, kualitas terjaga, dan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Baca juga: Bulog ajak mitra penggilingan padi tingkatkan standar pengolahan

Baca juga: Bulog DKI-Banten pastikan kualitas beras untuk Bantuan Pangan Tahap II

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Harianto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira