Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan ada lima pilar yang menjadi kemauan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun kepemimpinannya.
Menurut ia, Presiden Prabowo memiliki Astacita yang tentunya sudah diketahui oleh publik. Namun, lima pilar kemauan itu membuat Prabowo sangat berbeda dari pemimpin-pemimpin sebelumnya.
"Kita harus juga siap bahwa cara kita melihat tokoh itu jangan lagi melihat sekadar fisik, jangan lagi melihat sekadar gestur. Tapi yang penting adalah idenya," kata Budiman dalam agenda Dialog Nasional: Refleksi 2 Tahun Pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang digelar Gerakan Cinta Prabowo di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan pilar pertama adalah Prabowo ingin memastikan Indonesia hadir dan dihargai di panggung global.
Menurut ia, keikutsertaan Indonesia ke BRICS adalah sesuatu hal yang baru yang dilakukan oleh Presiden.
"Indonesia harus terdeteksi, harus masuk radar global. Bangsa sebesar ini harus masuk radar global," katanya.
Kemudian pilar kedua, yakni Prabowo juga menginginkan persatuan nasional dengan cara keberlanjutan pembangunan dari presiden pertama hingga presiden ketujuh.
Selain itu, Prabowo juga ingin menjaga persatuan elite bangsa, silaturahmi tokoh nasional, hingga sinergi pusat dan daerah.
"Agar Indonesia di global dihargai, rakyatnya dan elitenya harus bersatu," kata Budiman.
Selanjutnya pilar yang ketiga, yakni Prabowo ingin mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Ia mengatakan Prabowo menambah bantuan-bantuan kepada rakyat dan mengurangi pemberian ke pihak-pihak elite.
Pilar yang keempat adalah antikebodohan. Menurut Budiman, persatuan atas dasar kerelaan orang-orang yang diperlakukan secara adil bisa berjalan berkelanjutan jika warganya, anak-anaknya, dan rakyatnya pintar.
Dan pilar kelima yang terakhir adalah pilar antikebocoran. Menurut ia, kebocoran yang dimaksud adalah kerugian negara yang disebabkan pemborosan dan juga tindak korupsi.
"Cara berpikir Pak Prabowo ini memang dalam tradisi Indonesia sudah lama. Tapi, cara berpikir Pak Prabowo ini sebenarnya enggak asing di kalangan para pendiri Republik," katanya.
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Bagus Ahmad Rizaldi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira