Jakarta (ANTARA) - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri menggelar tahapan presentasi kepala daerah dalam rangka penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 November 2026 itu diselenggarakan secara virtual dengan pusat pelaksanaan di Command Center BSKDN dan Ruang Video Conference BSKDN Kemendagri, Jakarta.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dalam keterangan di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa IGA tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga sarana untuk mendorong pemerintah daerah terus mengembangkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut Wiyagus, keberhasilan inovasi perlu dilihat dari perubahan nyata yang dihasilkan, baik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik maupun peningkatan daya saing daerah.

"Inovasi bukan sekadar aplikasi baru, kegiatan baru, atau perubahan nama program. Inovasi adalah cara baru yang lebih efektif untuk menghasilkan nilai publik," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran inovasi daerah dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen pada tahun 2029.

Untuk itu, pemerintah daerah perlu mengembangkan terobosan berdasarkan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing, termasuk melalui penguatan industri pengolahan, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, perluasan investasi, pengembangan ekonomi kreatif serta peningkatan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia juga mengingatkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang produktif.

Optimalisasi pendapatan daerah perlu dilakukan melalui pendataan yang akurat, perbaikan administrasi, perluasan basis penerimaan, dan peningkatan kualitas pelayanan tanpa membebani masyarakat kecil.

Baca juga: BSKDN matangkan persiapan Innovative Government Award 2026

Wiyagus meminta kepala daerah menjadikan inovasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar proyek sesaat atau pemenuhan administrasi.

Setiap inovasi harus memiliki kejelasan masalah yang ingin diselesaikan, kebaruan atau perbaikan, dukungan sumber daya, indikator hasil serta bukti manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BSKDN Raden Gani Muhamad menjelaskan presentasi kepala daerah merupakan tahapan ketiga dalam rangkaian penilaian IGA 2026.

Pada tahap itu, pemerintah daerah dengan capaian Indeks Inovasi Daerah tertinggi di masing-masing regional dan klaster berkesempatan memaparkan inovasi unggulannya di hadapan tim penilai.

Pada 2026 ini, sebanyak 57 pemerintah daerah mengikuti presentasi yang terbagi dalam enam regional, yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara-Maluku, dan Papua serta satu klaster daerah perbatasan.

Setiap daerah diminta memaparkan strategi penguatan ekosistem inovasi dan dua inovasi unggulan, yang terdiri atas satu inovasi digital dan satu inovasi non-digital.

Adapun, tema wajib inovasi yang dipresentasikan mencakup pertumbuhan ekonomi, peningkatan PAD, penurunan pengangguran, atau pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, tema pilihan berasal dari urusan pemerintahan pelayanan dasar, meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, pekerjaan umum dan penataan ruang, serta perumahan dan kawasan permukiman.

Raden Gani menjelaskan proses penilaian melibatkan 30 tim penilai dari 26 instansi yang berasal dari unsur kementerian/lembaga, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan media.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut bertujuan memastikan penilaian berlangsung secara objektif, komprehensif, dan mempertimbangkan beragam perspektif sehingga inovasi yang terpilih benar-benar memiliki kualitas serta manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: BSKDN Kemendagri dorong pemda tingkatkan kinerja dan terus berinovasi

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Benardy Ferdiansyah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira