Jakarta (ANTARA) - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan berbagai potensi hidrogel yang dapat dikembangkan sebagai alat deteksi dan elektronika adaptif.

Peneliti Pusat Riset Elektronika BRIN Nur Rohmah dalam diskusi yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis, mengungkapkan hidrogel dapat direkayasa dengan menambahkan atau mengintegrasikan material yang memberikan sifat konduktif.

"Pendekatan ini dapat dilakukan melalui penggunaan nanomaterial konduktif, polimer konduktif, maupun konduktor ionik," katanya.

Nur menjelaskan modifikasi tersebut memungkinkan sifat elektrik hidrogel, seperti konduktivitas dan respons terhadap tekanan atau regangan, untuk disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.

Ia menambahkan, inovasi hidrogel konduktif berbasis bahan baku lokal dan ramah lingkungan juga dapat dikembangkan menjadi sensor fleksibel yang mampu mendeteksi regangan, tekanan, sentuhan, dan perubahan gaya.

Baca juga: Presiden minta BRIN dukung penyelesaian isu sampah di tingkat desa

"Teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada perangkat wearable untuk pemantauan gerakan dan kesehatan, sensor taktil pada robot lunak (soft robotics), interaksi manusia–mesin, serta berbagai sistem elektronika fleksibel untuk kebutuhan pemantauan secara real time," ujar Nur Rohmah.

Lebih lanjut, Kepala PRE BRIN Yusuf Nur Wijayanto mengatakan hidrogel dapat dikembangkan untuk menghasilkan berbagai sistem cerdas, seperti untuk aplikasi kesehatan, lingkungan, robotika, maupun human–machine interface.

Menurut dia, hidrogel memiliki potensi yang menarik karena sifatnya yang fleksibel, adaptif, dan dapat dikembangkan sebagai material konduktif. Hal ini dapat dikombinasikan dengan bidang sensor, embedded systems, IoT, wireless communication, dan data processing.

Yusuf menilai pengembangan hidrogel juga mampu menjadi peluang kolaborasi yang sangat baik antara sains material dan rekayasa elektronik (material science and electrical engineering)

"Sehingga kolaborasi tidak berhenti pada pengembangan material, tetapi dapat berlanjut hingga menghasilkan device, prototipe, dan integrated system yang siap dikembangkan untuk kebutuhan nyata yang berdampak luas," ucap Yusuf Nur Wijayanto.

Baca juga: BRIN: Limbah sawit berpotensi hasilkan listrik 3,9 GW

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sean Filo Muhamad

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira