Sumedang (ANTARA) - Satuan Brimob Polda Jawa Barat mengerahkan sekitar 700 personel gabungan untuk membersihkan delapan sungai di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat guna mengantisipasi banjir menjelang musim hujan.
Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol Zuhdi Batubara di Sumedang, Selasa, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan pada delapan sungai di delapan desa, termasuk aliran Sungai Cikeruh yang mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah dan sedimentasi.
Baca juga: Alih fungsi bantaran sungai Cimande disebut jadi sebab banjir Sumedang
"Kami melihat beberapa sungai cukup banyak yang tersumbat. Jika terjadi hujan, kemungkinan besar bisa mengakibatkan banjir bagi penduduk di sekitar bantaran sungai. Karena itu, kami bergerak bersama untuk membersihkannya," kata Zuhdi.
Kegiatan bertajuk Sabilulungan Sareng Brimob Mersihan Walungan tersebut melibatkan personel Brimob bersama unsur TNI, perangkat daerah, relawan, dan masyarakat pada hari ini dengan pembersihan tahap pertama berlangsung selama tiga hari.
Ia mengatakan pengerahan personel gabungan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian membantu masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.
Berdasarkan pemetaan Pemerintah Kabupaten Sumedang pada September 2026, Kecamatan Jatinangor termasuk wilayah yang mendapat perhatian dalam mitigasi banjir.
BPBD setempat juga telah melakukan penanganan terhadap sejumlah aliran sungai, termasuk Sungai Cikeruh.
Baca juga: UI pasang alat pantau banjir di tujuh sungai di Sumedang
Baca juga: Anggota TNI menyelami parit untuk bersihkan sampah di Sumedang
Selain itu, Sungai Cikeruh di Desa Cikeruh memiliki kerentanan banjir akibat pendangkalan dan pencemaran.
Zuhdi menambahkan pembersihan selama tiga hari tersebut menjadi tahap awal dan tidak menutup kemungkinan diperluas berdasarkan hasil pemantauan kondisi sungai di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, Brimob berharap keterlibatan aparat dan masyarakat dapat berlanjut dalam pemeliharaan sungai, sehingga upaya mengurangi risiko banjir tidak berhenti pada kegiatan pembersihan, tetapi menjadi kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ilham Nugraha
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira