Semarang, Jateng (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras di Jawa Tengah sepanjang 2026 mencapai 5,14 juta ton.

Kepala BPS Jawa Tengah Said Ali, dalam keterangan di Semarang, Jateng, Senin, mengatakan produksi padi sepanjang Januari hingga September 2026 diperkirakan mencapai 9,47 juta ton gabah kering panen (GKP).

Sementara itu, kata dia, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei Kerangka Sampel Area pada September 2026, potensi produksi padi sepanjang Oktober hingga Desember 2026 diperkirakan 1,36 juta ton GKP.

Produksi itu, lanjut dia, diperkirakan berasal dari area panen seluas 1,62 juta hektare.

Ia mengatakan terdapat penurunan luas area panen sebesar 3,40 persen dibanding tahun sebelumnya.

Total produksi GKP tersebut setara dengan 5,14 juta ton beras.

Menurut dia, produksi padi tertinggi terjadi pada Maret 2026 yang mencapai sebesar 1,71 juta ton gabah kering giling, sementara produksi terendah diperkirakan terjadi pada Desember 2026 yang mencapai 269,74 ribu ton.

BPS, kata dia, mencatat tiga daerah dengan produksi padi tertinggi di sepanjang 2026, yakni kabupaten Grobogan sebesar 772 ribu ton, Cilacap sebesar 762 ribu ton, dan Sragen sebesar 651 ribu ton.

Ia menuturkan Kabupaten Grobogan juga mengalami peningkatan produksi yang cukup besar pada 2026, di samping kabupaten Sukoharjo dan Klaten.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Immanuel Citra Senjaya

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira