Manado (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat luas panen dan produksi padi di Sulawesi Utara pada 2026 berdasarkan angka sementara menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penurunan tersebut terlihat dari berkurangnya luas panen padi serta jumlah produksi gabah kering giling (GKG) yang dihasilkan sepanjang tahun 2026," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dr Watekhi, di Manado, Selasa.

Dia mengatakan luas panen padi di Sulawesi Utara pada 2026 tercatat mencapai 55,41 ribu hektare, mengalami penurunan sebesar 4,51 ribu hektare atau 7,52 persen dibandingkan luas panen padi pada 2025 yang mencapai 59,91 ribu hektare.

Berkurangnya luas panen tersebut, katanya, menjadi salah satu gambaran perkembangan sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan di Sulawesi Utara. Penurunan luas panen menunjukkan bahwa area lahan yang menghasilkan padi pada 2026 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan penurunan luas panen, produksi padi Sulawesi Utara pada 2026 juga mengalami penurunan. Berdasarkan angka sementara, produksi padi tercatat sebanyak 257,81 ribu ton gabah kering giling (GKG) turun sebanyak 7,30 ribu ton atau 2,75 persen dibandingkan produksi padi pada 2025 yang mencapai 265,11 ribu ton GKG.

Meskipun mengalami penurunan, katanya, produksi padi Sulawesi Utara pada 2026 masih mencapai lebih dari 257 ribu ton GKG. Capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan produksi tanaman padi tetap berlangsung di berbagai wilayah sentra pertanian, meskipun luas panen dan total produksi lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: BPS Bali ungkap faktor penyebab luas panen padi terus turun

Baca juga: BPS catat luas tanam padi di Kota Malang turun 4,96 persen

Ia menjelaskan, jika dikonversikan menjadi beras, produksi padi Sulawesi Utara pada 2026 diperkirakan mencapai 144,87 ribu ton. Angka tersebut merupakan hasil konversi dari produksi gabah kering giling ke dalam bentuk beras yang dapat dikonsumsi masyarakat.

Perbandingan data luas panen dan produksi menunjukkan bahwa persentase penurunan produksi padi lebih kecil dibandingkan penurunan luas panen. Luas panen turun 7,52 persen, sedangkan produksi padi berkurang 2,75 persen. Perbedaan ini memberikan gambaran bahwa penurunan produksi tidak sepenuhnya sebanding dengan berkurangnya luas panen.

Perkembangan angka sementara tersebut menjadi perhatian dalam upaya menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian di Sulawesi Utara.

Penguatan produktivitas lahan, peningkatan kualitas pengelolaan pertanian, serta dukungan sarana dan prasarana produksi diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan beras dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Baca juga: BPS: Produksi padi Sumatera Selatan turun 13,05 persen

Baca juga: Mentan berharap produksi gabah naik 5 persen

Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nancy Lynda Tigauw

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira