Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan berbagai program kesehatan, termasuk cek kesehatan gratis (CGK), meningkatkan umur harapan hidup (UHH) masyarakat Indonesia menjadi 74,68 tahun pada 2026, dari sebelumnya 74,47 tahun pada 2025.

"Ini terutama karena adanya program-program yang di bidang kesehatan, semacam program cek kesehatan gratis," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Selain CGK, Edy juga menyebut kontribusi peningkatan dari sejumlah program kesehatan lainnya, seperti Konsorsium Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) serta pembangunan fasilitas kesehatan yang berfokus pada deteksi dini penyakit, pencegahan stunting, dan layanan kesehatan dasar yang lebih merata.

Menurut Edy, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan berperan dalam menekan risiko kematian dini, termasuk kematian bayi dan balita.

"Jadi memang faktor yang paling penting ketika kita ingin meningkatkan usia harapan hidup adalah bagaimana kita menangani atau mengurangi angka kematian bayi dan balita," ujarnya.

Dengan UHH sebesar 74,68 tahun, bayi yang lahir pada 2026 diperkirakan dapat hidup hingga usia tersebut berdasarkan kondisi mortalitas yang digunakan dalam penghitungan.

Menurut BPS, peningkatan UHH saat lahir menandakan adanya perbaikan taraf kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh kesadaran melahirkan di fasilitas kesehatan, kesadaran atas pentingnya menggunakan air minum layak, serta meningkatnya akses kesehatan.

Peningkatan umur harapan hidup juga menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2026.

BPS mencatat IPM Indonesia mencapai 76,59 pada 2026, naik 0,69 poin dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 75,90. Capaian tersebut menempatkan pembangunan manusia Indonesia dalam kategori tinggi.

Selain dimensi kesehatan, peningkatan IPM juga ditopang oleh perbaikan dimensi pendidikan dan standar hidup layak masyarakat.

Dari sisi pendidikan, harapan lama sekolah meningkat menjadi 13,34 tahun dan rata-rata lama sekolah mencapai 9,16 tahun. Sementara itu, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat sebesar Rp566.000 menjadi Rp13,37 juta pada 2026.

Baca juga: Menkes: 907 ribu kasus hipertensi-diabetes di CKG mulai diobati

Baca juga: Pengamat: CKG raih hasil paling cemerlang di dua tahun Prabowo-Gibran

Baca juga: Dua tahun wujudkan program prioritas berdampak ke rakyat

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Imamatul Silfia

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira