Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras medium dan premium secara nasional masing-masing mengalami kenaikan tipis sebesar 0,16 persen pada pekan keempat Oktober 2026.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan meskipun perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras secara umum relatif rendah, sejumlah daerah masih mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.
"Secara umum, beras medium mengalami peningkatan 0,16 persen dan beras premium pada minggu keempat Oktober juga mengalami peningkatan yang sama, yaitu 0,16 persen," kata Ateng dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.
Berdasarkan data BPS, harga rata-rata nasional beras medium tercatat sebesar Rp14.677 per kilogram (kg). Angka tersebut berada di atas harga eceran tertinggi (HET) untuk zona 1 sebesar Rp13.500 per kg dan zona 2 sebesar Rp14.000 per kg, tetapi masih di bawah HET zona 3 sebesar Rp15.500 per kg.
Baca juga: Mentan: Pengadaan Bulog perkuat cadangan beras pemerintah
Sementara itu, harga rata-rata nasional beras premium mencapai Rp16.528 per kg. Harga tersebut juga melampaui HET zona 1 sebesar Rp14.900 per kg, zona 2 sebesar Rp15.400 per kg, dan zona 3 sebesar Rp15.800 per kg.
Ateng menyebut kenaikan harga beras pada pekan keempat Oktober masih terjadi di sejumlah daerah. Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,84 persen, disusul Kabupaten Manggarai Timur sebesar 4,48 persen.
Selain itu, sejumlah kabupaten/kota juga mengalami kenaikan harga beras sekitar 3 persen, di antaranya Lampung Selatan dan Kabupaten Gunung Mas.
Baca juga: Pemerintah salurkan bantuan beras untuk 33,2 juta penerima
Pada tingkat provinsi, kenaikan IPH beras di atas 1 persen tercatat di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun kenaikan harga beras secara nasional relatif tipis, tekanan harga masih terjadi di sejumlah wilayah sehingga perlu diwaspadai untuk menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan masyarakat.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Maria Cicilia Galuh Prayudhia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira