Bengkulu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik menyebutkan komoditas unggulan nonmigas Provinsi Bengkulu ada dua komoditas yakni batu bara dan karet, yang pada 2026 ini telah mampu diekspor menembus pasar India hingga Bangladesh.

"Untuk ekspor komoditas nonmigas kita (Bengkulu) saat ini masih didominasi batu bara dan karet. Sejumlah negara tujuan ekspor utamanya India, Pakistan dan Bangladesh," kata Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Bengkulu Sahranudin di Bengkulu, Senin.

Dia mengatakan pada periode Januari-September 2026 India menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Bengkulu dengan nilai 26 juta dolar AS, disusul Pakistan sebesar 9,32 juta dolar AS dan Bangladesh sebesar 9,10 juta dolar AS. Kontribusi ekspor ke tiga negara tersebut mencapai 68,74 persen dari total ekspor nonmigas Bengkulu.

Ekspor nonmigas Bengkulu ke India didominasi batu bara dengan nilai 25,34 juta dolar AS atau 97,48 persen dari total ekspor ke negara tersebut, sedangkan sisanya berupa karet senilai 0,65 juta dolar AS.

Baca juga: Menko Bahlil buka peluang naikkan kuota produksi batu bara

Sementara itu, ekspor ke Pakistan dan Bangladesh seluruhnya berasal dari komoditas batu bara, masing-masing senilai 9,32 juta dolar AS dan 9,10 juta dolar AS selama periode Januari-September 2026.

Dari sisi jalur perdagangan, Pelabuhan Pulau Baai menjadi pintu muat utama ekspor Provinsi Bengkulu pada September 2026 dengan nilai 8,90 juta dolar AS atau mencakup 95,04 persen dari total ekspor daerah tersebut.

Selain melalui Pulau Baai, aktivitas ekspor Bengkulu juga tercatat melalui Sungai Musi atau Boom Baru di Sumatera Selatan dengan nilai 0,35 juta dolar AS, Tanjung Priok sebesar 0,10 juta dolar AS, serta sejumlah pelabuhan lainnya.

Baca juga: Kementan: NTP Bengkulu tertinggi nasional didukung karet dan sawit

Secara keseluruhan, nilai ekspor Provinsi Bengkulu selama Januari-September 2026 mencapai 64,61 juta dolar AS. Sementara itu, khusus September 2026, nilai ekspor tercatat sebesar 9,37 juta dolar AS atau turun 28,67 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 13,13 juta dolar AS.

BPS juga mencatat tidak terdapat impor ke Provinsi Bengkulu pada September 2026 sehingga neraca perdagangan daerah tersebut selama Januari-September 2026 mengalami surplus sebesar 64,61 juta dolar AS.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Boyke Ledy Watra

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira