Bandung (ANTARA) - Penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat (Jabar) menunjukkan pergerakan positif pada paruh kedua tahun 2026, dengan jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus tercatat sebanyak 24,77 juta orang, mengalami penambahan sekitar 0,26 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

"Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), saat ini jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 24,77 juta orang, bertambah sekitar 0,26 juta orang dibandingkan periode Agustus 2025," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati di Bandung, Kamis.

Ari merinci bahwa sektor perdagangan besar dan eceran menjadi lapangan usaha utama yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yakni mencapai 23,04 persen dari total penduduk bekerja.

"Kemudian disusul oleh industri pengolahan serta sektor pertanian," ujarnya.

Baca juga: Ekonomi Jabar triwulan III 2026 tumbuh 5,89 persen, lampaui nasional

Seiring dengan bertambahnya lapangan pekerjaan, kata Ari, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat pada Agustus 2026 juga turut turun sebesar 0,10 persen poin menjadi 6,67 persen dengan jumlah pengangguran sebanyak 1,77 juta orang.

Penurunan TPT ini, lanjut dia, terjadi secara merata di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat, di mana Kabupaten Bekasi mencatatkan TPT tertinggi sebesar 8,71 persen.

"Adapun Kabupaten Pangandaran mencatatkan TPT terendah di angka 1,76 persen," ucapnya.

Dari sisi kualitas jam kerja, proporsi pekerja penuh yang bekerja minimal 35 jam per minggu meningkat menjadi 74,39 persen.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 66,78 persen, dengan partisipasi angkatan kerja perempuan yang menunjukkan tren kenaikan dari 49,17 persen pada Agustus 2025, menjadi 50,16 persen pada Agustus 2026.

Baca juga: Neraca perdagangan Jabar catatkan surplus 22,09 miliar dolar AS

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ricky Prayoga

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira