Salah satu prioritas kami adalah memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pengendalian karhutla melalui pemetaan wilayah prioritas, inventarisasi dan perbaikan infrastruktur pembasahan gambut, termasuk sekat kanal dan sumur bor...

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemetaan wilayah prioritas serta perbaikan infrastruktur pembasahan gambut.

Menurut Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko, penguatan peran desa menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mencegah dan menangani karhutla, khususnya di kawasan gambut kritis.

"Salah satu prioritas kami adalah memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pengendalian karhutla melalui pemetaan wilayah prioritas, inventarisasi dan perbaikan infrastruktur pembasahan gambut, termasuk sekat kanal dan sumur bor, khususnya pada kawasan gambut kritis," kata Satyawan dikutip di Jakarta, Senin.

Baca juga: BPGMN targetkan perbaikan dan pembangunan 7.000 sumur bor pada 2027

Hal itu disampaikan Satyawan saat meninjau infrastruktur pembasahan kembali lahan gambut di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Jumhur Hidayat pada 1 November 2026.

Lebih lanjut Satyawan menjelaskan penguatan infrastruktur pembasahan gambut dilakukan untuk menjaga kondisi lahan tetap basah sehingga dapat menekan risiko kebakaran berulang.

Upaya tersebut, kata dia, juga sejalan dengan langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam mengembangkan sistem pembasahan kembali lahan gambut melalui pemanfaatan aliran air sungai, pompa, dan sekat kanal di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Baca juga: KLH perkuat pengawasan perusahaan di lahan gambut guna cegah karhutla

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong penguatan langkah mitigasi dan pencegahan karhutla melalui pemulihan tata air di kawasan gambut di Provinsi Sumatera Selatan.

"Salah satu upaya yang dilakukan yakni menerapkan metode water intake dengan memanfaatkan sumber air dari sungai agar dapat kembali mengalir dan masuk ke lahan gambut," kata dia.

Ia menambahkan langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelembapan gambut, sehingga risiko terjadinya kebakaran dapat ditekan. Selain itu pemanfaatan sekat kanal juga menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan ketersediaan air di kawasan gambut.

Keberadaan sekat kanal berfungsi menahan aliran air agar tidak cepat terbuang, sehingga kondisi lahan tetap basah, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Baca juga: Wamen LH dorong peremajaan sekat kanal untuk atasi karhutla

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Tri Meilani Ameliya

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira