Penyaluran bantuan air bersih masih berlanjut, karena hujan yang turun di wilayah Kabupaten Cilacap belum merata. Hujan lebat baru sekali terjadi yakni pada Jumat (30/10) malam hingga Sabtu (31/10) pagi
Cilacap (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, masih melanjutkan penyaluran bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan karena hujan yang turun di wilayah tersebut belum merata, sehingga belum mampu memulihkan ketersediaan air baku.
"Penyaluran bantuan air bersih masih berlanjut, karena hujan yang turun di wilayah Kabupaten Cilacap belum merata. Hujan lebat baru sekali terjadi yakni pada Jumat (30/10) malam hingga Sabtu (31/10) pagi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Selasa.
Ia mengatakan hingga Selasa (3/11) total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 2.204 tangki atau setara 11.144.000 liter.
Menurut dia, bantuan tersebut telah diterima 35.942 keluarga atau 79.430 jiwa yang tersebar di 105 desa pada 20 kecamatan, meliputi Kecamatan Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Kampunglaut, Adipala, Wanareja, Kawunganten, Bantarsari, Cimanggu, Dayeuhluhur, Kedungreja, Sidareja, Cipari, Kroya, Kesugihan, Cilacap Tengah, Majenang, Karangpucung, dan Sampang.
Baca juga: BPBD Cilacap siaga hadapi ancaman kekeringan meteorologis
“Dari total distribusi tersebut sebanyak 531 tangki atau 2.680.000 liter bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Cilacap, sedangkan 1.673 tangki atau 8.464.000 liter berasal dari bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berbagai pihak lainnya,” kata Taryo.
Menurut dia, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha, dan instansi pemerintah turut memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Hari ini (3/11) kami kembali mendistribusikan enam tangki air bersih ke lima desa di tiga kecamatan,” katanya.
Ia mengatakan bantuan tersebut meliputi tiga tangki dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Koordinator Wilayah Majenang untuk Desa Bener dan Desa Jenang di Kecamatan Majenang, satu tangki dari Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) untuk SD Negeri 5 Binangun di Kecamatan Bantarsari melalui APSI, serta dua tangki yang bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap untuk Desa Karanggedang dan Desa Penyarang di Kecamatan Sidareja.
Baca juga: BPBD Cilacap: Kekeringan meluas ke 15 desa di sembilan kecamatan
Pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan secara berkala dan menyiapkan distribusi bantuan lanjutan apabila sumber air masyarakat belum kembali pulih.
Selain itu koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan akan terus dioptimalkan untuk memastikan penyaluran bantuan sesuai kebutuhan warga terdampak.
“Kami juga merekomendasikan penguatan sarana penyediaan air bersih sebagai langkah penanganan jangka menengah guna mengurangi kerentanan masyarakat terhadap kekeringan pada masa mendatang,” kata Taryo.
Baca juga: Jumlah desa terdampak kekeringan di Cilacap bertambah
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Sumarwoto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira