Bencana alam ini diakibatkan tingginya intensitas hujan yang sangat tinggi dan meluapnya sejumlah sungai besar di pedalaman Aceh Barat

Meulaboh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan tim gabungan setelah 12 desa tersebar di tiga kecamatan di wilayah ini terendam banjir dengan ketinggian air mencapai puluhan centimeter.

“Bencana alam ini diakibatkan tingginya intensitas hujan yang sangat tinggi dan meluapnya sejumlah sungai besar di pedalaman Aceh Barat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Dharmawan kepada wartawan di Meulaboh, Minggu.

Adapun desa yang saat ini terdampak bencana alam antara lain di Kecamatan Pante Ceureumen meliputi Desa/Gampong Keutambang, Gampong Lawet, Gampong Jambak, Gampong Puloe Teungoh, Gampong Lango, Gampong Canggai, dan Gampong Sikundo.

Khusus di Gampong Sikundo, kata Dharmawan, banjir menyebabkan badan jalan dan pagar sekolah tergerus air. Kondisi arus sungai hingga Minggu siang, lanjutnya, masih terpantau tinggi.

Baca juga: Jembatan rusak diterjang banjir, akses 2 desa di Aceh Barat terputus

Di Kecamatan Sungai Mas, lanjutnya, empat desa juga terdampak dan dilanda banjir yaitu Desa/Gampong Tungkop, Gampong Kajeung, Gampong Lancong, serta Gampong Geudong.

Sementara di Kecamatan Woyla Barat, banjir melanda Desa/Gampong Napai dengan kondisi debit air menunjukkan peningkatan signifikan dan rumah warga sudah mulai tergenang banjir.

Dharmawan menjelaskan banjir bermula dari luapan Sungai/Krueng Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen serta Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas yang terjadi sejak Sabtu (31/10) lalu.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai agar tetap waspada, mengingat debit air sungai saat ini masih terpantau sangat tinggi dan sebagian rumah warga mulai terendam air.

Baca juga: BPBD: Tiga desa di Aceh Barat mulai terendam banjir luapan

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Teuku Dedi Iskandar

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira