Jakarta (ANTARA) - Beberapa dari kita mungkin suka memperhatikan minyak goreng di wajan penjual makanan yang sudah berubah menjadi kehitaman.

Hal serupa juga bisa terjadi di rumah, ketika minyak goreng masih tersisa dan terasa sayang jika langsung dibuang begitu saja. Lalu, akhirnya minyak tersebut dipakai lagi untuk menggoreng di waktu lain hingga warna dan teksturnya berubah.

Mungkin hal tersebut akan membuat seseorang bertanya-tanya, apakah minyak goreng bisa digunakan berkali-kali? Dan bagaimana cara yang aman untuk membuangnya? Simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Bank Sampah Sakura di Jaksel olah minyak jelantah jadi sabun cuci

Baca juga: Jelantah yang menjadi berkah

Apakah minyak goreng aman digunakan kembali?

Jawabannya adalah aman, selama menggunakannya dengan cara yang tepat. Namun, penting untuk diketahui bahwa meskipun minyak goreng aman digunakan berulang kali, tetapi semakin sering minyak dipanaskan maka akan semakin berisiko bagi kesehatan.

Eating Well menjelaskan bahwa minyak yang dipanaskan berkali-kali bisa membuat komposisi kimianya berubah. Kondisi ini bisa menciptakan senyawa beracun dan karsinogenik yang bisa merangsang berbagai jenis kanker, peradangan, dan tekanan darah tinggi.

Medical News Today juga menemukan bahwa kebiasaan tersebut bisa meningkatkan kadar kolesterol dan peradangan pada tubuh. Keduanya bisa memicu risiko penyakit liver, usus, dan mengganggu fungsi saraf.

Selain mendatangkan berbagai penyakit berbahaya, dampak lainnya juga terletak pada berkurangnya manfaat minyak bagi kesehatan. Kandungan lemak sehat seperti omega 3 bisa menurun dan justru yang melonjak adalah lemak berbahaya seperti lemak trans.

Setelah mengetahui berbagai dampak yang ditimbulkan dari kebiasaan menggunakan minyak berulang kali, mungkin akan timbul sebuah pertanyaan. Kapan sebaiknya minyak goreng dibuang?

Minyak goreng sebaiknya dibuang saat mengeluarkan beberapa ciri berikut:

  • Bau tengik atau asam
  • Bau gosong ketika dipanaskan pada suhu normal
  • Warnanya mulai agak gelap
  • Teksturnya sudah lengket
  • Berbusa ketika dipanaskan
  • Banyak sisa-sisa makanan
  • Mulai berasap saat menggunakan suhu yang lebih kecil dari biasanya.

Membuang minyak juga tidak boleh secara sembarangan. Hindari untuk membuang minyak ke saluran pembuangan air karena hal tersebut berisiko merusak pipa. Dan jangan pula membuangnya ke kompos karena bisa mengganggu proses pengomposan.

Bagaimana cara membuang minyak goreng yang benar?

Caranya adalah dengan mencampurkan minyak pada suhu dingin dengan bahan penyerap seperti tisu dapur, ampas kopi, atau pasir kucing sampai tekstur minyak menjadi padat. Lalu, masukkan ke dalam wadah tertutup dan buang ke tempat sampah.

Ada cara lainnya yang bisa dilakukan apabila tidak mempunyai bahan penyerap untuk menyerap minyak. Anda bisa langsung menuangkan minyak dingin ke dalam wadah yang tertutup rapat seperti kaleng kopi bekas lalu buang ke tempat sampah.

Jika ingin cara yang ramah lingkungan, Anda bisa mengunjungi tempat pengumpulan minyak bekas agar limbah minyak bisa dikelola lagi. Biasanya, ada beberapa daerah yang mempunyai program daur ulang minyak goreng untuk diolah menjadi biodesel atau sabun.

Baca juga: Penggunaan minyak jelantah tingkatkan risiko kanker hingga obesitas

Baca juga: Pengamat apresiasi minyak jelantah sebagai sumber energi berkelanjutan

Baca juga: Jakbar gencarkan sosialisasi pemanfaatan minyak jelantah

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Raissa Kusuma Hapsari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira