Jakarta (ANTARA) - Tim boccia Indonesia membukukan dua kemenangan beruntun dalam pertandingan Grup A beregu campuran BC1/BC2 pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang diselenggarakan di Nagoya City General Gymnasium, Jepang, Kamis.
Berdasarkan statistik dalam laman penyelenggara, Indonesia mengalahkan Hong Kong dan Malaysia, masing-masing dengan skor 14-5 serta 11-1. Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi tim Merah Putih untuk mengamankan posisi dalam persaingan menuju babak selanjutnya.
Indonesia mengawali perjuangannya dengan menghadapi Hong Kong dan berhasil mengakhiri pertandingan dengan skor meyakinkan 14-5 alias selisih sembilan angka.
Hasil tersebut memperlihatkan dominasi Felix Ardi Yudha (BC2), Muhammad Syafa (BC1), dan Zayana Gischa (BC2), guna menundukkan Pak Lun Chan (BC2), John Loung (BC1), serta Hiu Lam Yeung (BC2) dalam mengumpulkan poin sepanjang pertandingan. Para atlet Indonesia mampu menjaga keunggulan dan mengatasi perlawanan Hong Kong hingga pertandingan berakhir.
Indonesia kemudian melanjutkan penampilan positif ketika berhadapan dengan Malaysia. Dalam pertandingan kedua, tim tanah air kembali menunjukkan performa dominan dan menang dengan skor telak 11-1.
Kerja sama Avrinda Anis (BC2), Melissa Angeline (BC1), dan Lee Chee Hoong (BC2) yang memperkuat Malaysia, tidak mampu melawan kedigdayaan Felix dkk hingga perolehan angka terpaut jauh.
Baca juga: Abdil puas dengan emas pertamanya di Asian Para Games
Dua hasil tersebut membuat Indonesia mengoleksi dua kemenangan dari dua pertandingan yang telah dijalani di Grup A. Konsistensi permainan menjadi modal penting bagi tim untuk menghadapi pertandingan terakhir fase grup.
Indonesia masih memiliki satu pertandingan tersisa pada fase grup. Tim Merah Putih dijadwalkan menghadapi tuan rumah Jepang pada Jumat (23/10).
Tim beregu campuran BC1/BC2 Indonesia tergabung bersama Hong Kong, Malaysia, dan Jepang. Seluruh pertandingan nomor beregu campuran BC1/BC2 berlangsung di Nagoya City General Gymnasium, Jepang. Pertandingan melawan Jepang diperkirakan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi permainan Indonesia.
Pada nomor beregu campuran, atlet dengan klasifikasi BC1 dan BC2 bermain dalam satu tim. Kerja sama, ketepatan lemparan, dan strategi menempatkan bola menjadi unsur penting untuk mengumpulkan poin guna memenangi pertandingan.
Baca juga: Langkah Yayang/Osrita terhenti di semifinal para tenis meja XD7
Baca juga: Setelah dua emas, Rifky tuntaskan final ketiganya dengan rebut perak
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Donny Aditra
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira