Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan informasi terbaru mengenai kecelakaan helikopter Super Puma H-225 di Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa satu di antara tiga awak masih dalam pencarian.
"Berbeda dengan laporan awal yang menyebutkan seluruh kru selamat, data terbaru memastikan dari tiga awak helikopter, hanya dua orang yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dikutip di Jakarta, Minggu.
Laporan sebelumnya menyebutkan seluruh kru dalam helikopter yang menjalankan misi operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu selamat.
Berdasarkan data terbaru BNPB, diketahui dua awak helikopter yang merupakan pilot berkewarganegaraan Australia berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan penanganan medis, sedangkan satu awak lainnya, Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO), masih dalam pencarian.
Baca juga: Kementerian PU: Sungai Barito masih bisa dilalui kapal
Untuk mencari awak yang hilang, Basarnas Kantor SAR Banjarmasin telah memberangkatkan tim penyelamat berjumlah 18 personel pada pukul 13.10 Wita.
Tim tersebut dilengkapi perahu Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan selam, serta perangkat pendeteksi bawah air atau aqua eye untuk mendukung proses pencarian.
Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin atau 71 mil laut dari Dermaga SAR Basirih. Tim penyelamat dijadwalkan tiba di lokasi pada pukul 18.10 Wita.
Operasi pencarian melibatkan unsur TNI AU, Polri, babinsa, dan masyarakat setempat.
BNPB menyatakan prioritas penanganan saat ini, pencarian awak yang masih hilang, pemulihan kesehatan dua pilot yang selamat, serta pengamanan bangkai helikopter di tepian sungai.
Selain itu, BNPB berkomitmen memfasilitasi investigasi resmi oleh pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
BNPB juga akan mengevaluasi keselamatan operasi udara secara menyeluruh, meliputi kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air untuk pengeboman air, kelaikan awak pesawat, hingga faktor cuaca dan karakteristik lokasi.
Baca juga: Helikopter Super Puma diduga jatuh saat misi karhutla di Sungai Barito
Baca juga: BNPB: 3 kru heli pemadam karhutla selamat usai jatuh di Sungai Barito
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Tri Meilani Ameliya
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira