Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tim satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau tetap disiagakan di lapangan meskipun saat ini tidak ada lagi laporan kemunculan titik api maupun penanganan lahan terbakar di wilayah tersebut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan yang ditemui di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa Riau merupakan satu dari tiga provinsi prioritas penanganan karhutla, tetapi wilayah Riau tercatat nihil penanganan karena sudah tidak ada lagi laporan lahan terbakar.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat saat ini total penanganan karhutla seluas 7.219 hektare di Pulau Sumatera meliputi Sumatera Selatan seluas 5.194 hektar dan Jambi seluas 2.025 hektar.
"Meskipun demikian, keberadaan personel di Riau tetap dipertahankan agar siap sedia setiap saat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memadamkan potensi kebakaran baru maupun dikerahkan membantu penanganan di daerah lain," kata dia.
Baca juga: Petugas gabungan masih terus berjibaku padamkan api di hutan TNWK
Dia menjelaskan bahwa secara keseluruhan kekuatan personel satgas darat yang disiagakan di tiga provinsi tersebut mencapai 33.106 orang, yang terdiri atas 12.285 personel di Sumatera Selatan, 5.984 personel di Jambi, serta kekuatan yang tetap disiagakan di Riau.
Selain pengerahan satgas darat, penanganan juga didukung melalui operasi udara yang melibatkan 17 unit armada udara utama untuk kegiatan water bombing, patroli, hingga operasi modifikasi cuaca.
Adapun untuk pelaksanaan OMC harian saat ini, menurut Berton difokuskan di wilayah Sumatera Selatan melalui penyemaian 4.000 kilogram dry ice atau es kering serta 800 kilogram NaCl atau garam dalam enam sorti penerbangan di sekitar Palembang, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir.
Sementara itu, untuk Provinsi Riau pelaksanaan OMC telah resmi berakhir sejak 25 September 2026 menyusul turunnya hujan secara alamiah di wilayah tersebut, sedangkan di Jambi operasi modifikasi cuaca belum dapat dilakukan karena pertumbuhan awan yang kurang mendukung.
Baca juga: Prabowo dukung cabut izin perusahaan asing terbukti terkait karhutla
Baca juga: Personel Satgas Karhutla jalani pemeriksaan kesehatan sebelum bertugas
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M. Riezko Bima Elko Prasetyo
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira