Yogyakarta (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Yogyakarta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat pesisir maupun nelayan mewaspadai gelombang tinggi di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari ke depan.
"Peringatan dini gelombang tinggi berkisar 2,5 meter sampai empat meter berpeluang terjadi di samudera Hindia selatan DIY," kata Prakirawan BMKG Yogyakarta Rahmad Tauladani dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis.
Baca juga: BMKG: Waspadai gelombang tinggi di perairan selatan Jabar-DIY
Menurut dia, peringatan dini gelombang tinggi di pantai selatan DIY tersebut berlaku pada tanggal 23-26 Oktober 2026.
Ketinggian gelombang tersebut juga mencakup wilayah perairan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul.
Dia mengatakan faktor yang memengaruhi kondisi gelombang tinggi di perairan selatan DIY tersebut karena kondisi sinoptik yang menyebut adanya angin timuran masih bertiup di wilayah Jawa.
"Terpantau adanya wilayah siklonik di barat Aceh dan utara Papua, angin timuran masih bertiup di wilayah Jawa yang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di perairan DIY," katanya.
Menurut dia, atas kondisi tersebut, BMKG memberikan saran keselamatan kepada para nelayan, khususnya agar berhati-hati dalam melakukan aktivitas melaut atau menangkap ikan dengan perahu di laut.
Baca juga: Gelombang laut selatan Jawa Barat-DIY diprakirakan capai enam meter
Baca juga: BMKG imbau masyarakat waspadai gelombang tinggi di perairan DIY
Dia menyebut kondisi gelombang tinggi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran bagi perahu nelayan apabila angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
"Kemudian, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, sementara bagi kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter," katanya.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hery Sidik
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira