erdasarkan pemeriksaan kualitas udara tersebut, terdapat lonjakan signifikan pada parameter partikel debu halus PM2,5 dan PM10 di seluruh titik sampel hingga melampaui ambang batas baku mutu
Kota Bengkulu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu mencatat kondisi udara di wilayah Provinsi Bengkulu saat ini, dalam kondisi bagus hingga sedang.
"Kualitas udara di Provinsi Bengkulu saat ini terpantau dalam kondisi bagus hingga sedang. Jadi memang di beberapa pekan terakhir sempat ada kenaikan masuk kategori tidak sehat yaitu diatas 55,5 µg nm³. Namun itu hanya terjadi secara instan atau hanya beberapa jam," kata prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Enggano Bengkulu Pungky Saiful Akbar di Kota Bengkulu, Rabu.
Untuk kualitas udara di Kota Bengkulu saat ini terpantau cukup baik, sedangkan wilayah yang beririsan dengan wilayah yang terdampak asap seperti Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang dan lainnya perlu perhatian khusus.
Sebab, saat pagi hari terjadi peningkatan polusi ataupun partikel debu yang naik sehingga mengganggu kesehatan masyarakat setempat.
Oleh karena itu, Pungky mengimbau seluruh masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi kondisi tersebut, dan jika terpapar asap atau partikel debu agar dapat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Provinsi Bengkulu mengimbau seluruh masyarakat khususnya kelompok rentan seperti anak-anak sekolah dan lanjut usia (lansia) untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat kondisi udara yang saat ini dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan berisiko mengganggu kesehatan masyarakat dampak kabut asap kiriman.
"Memang benar kualitas udara berdasarkan uji fisik di lapangan saat ini berada pada kondisi yang tidak sehat bagi masyarakat khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang Tajri Fauzan.
Dia mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya para siswa dan tenaga pengajar di lingkungan sekolah untuk kembali memperketat protokol kesehatan secara mandiri dengan kembali menggalakkan penggunaan masker saat beraktivitas di luar maupun di dalam kelas.
Serta mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan di luar ruangan hingga kondisi kualitas udara di Kabupaten Kepahiang kembali normal.
Berdasarkan pemeriksaan kualitas udara tersebut, terdapat lonjakan signifikan pada parameter partikel debu halus PM2,5 dan PM10 di seluruh titik sampel hingga melampaui ambang batas baku mutu.
Untuk SD Negeri 01 Kepahiang dengan hasil kadar PM2,5 menembus angka 315 µg nm³, dan PM10 mencapai 16 µg nm³, padahal baku mutu yang ditetapkan masing-masing hanya sebesar 25 µgnm³ untuk PM2,5 dan 70 µg nm³ untuk PM10.
Selanjutnya,di SMP Negeri 01 Kepahiang dengan parameter PM2,5 tercatat sebesar 62 µg nm³ dan PM10 mencapai hingga 196 µg nm³ dan kompleks kantor Bupati Kepahiang dengan parameter PM10 di area luar gedung melonjak drastis hingga mencapai angka 583 µg nm³.
Baca juga: BMKG Bengkulu imbau masyarakat waspada angin kencang
Baca juga: Masuk peralihan musim, suhu udara capai 33 derajat Celsius di Bengkulu
Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Anggi Mayasari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira