Kota Gaza, Palestina/Istanbul (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Gaza, Kamis, memperingatkan bahwa generator listrik di rumah sakit dapat berhenti berfungsi setelah stok bahan bakar habis sepenuhnya, di tengah blokade berkelanjutan yang diberlakukan Israel terhadap wilayah tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut menyampaikan bahwa tim teknis sedang berupaya dalam kondisi yang sulit untuk memantau generator dan menjaga pasokan listrik ke departemen-departemen krusial di rumah sakit.
"Generator telah beroperasi selama ribuan jam tanpa henti, tanpa pasokan bahan bakar atau pemeliharaan yang memadai, sehingga kini berada di ambang kerusakan mekanis yang fatal," kata kementerian tersebut.
"Jika mesin generator rusak akibat kekurangan bahan bakar, mesin-mesin tersebut bisa menjadi tidak dapat digunakan selamanya, bahkan jika pasokan bahan bakar tersedia di kemudian hari," peringat mereka.
Kementerian tersebut kembali menyerukan intervensi mendesak, seraya menyatakan bahwa masalah itu bukan lagi sekadar soal pengadaan bahan bakar, melainkan juga upaya menyelamatkan generator yang tersisa agar tidak mengalami kerusakan total.
Sebelumnya pada Rabu (21/10), kementerian menyatakan bahwa stok bahan bakar yang diperlukan untuk generator rumah sakit telah habis.
Mereka menambahkan bahwa setidaknya 2.500 liter bahan bakar sangat dibutuhkan setiap bulannya untuk mencegah generator yang tersisa berhenti beroperasi, di tengah pembatasan Israel terhadap masuknya pasokan operasional dan suku cadang.
Kementerian memperingatkan bahwa kelangkaan yang terus berlanjut itu mengancam penutupan departemen medis yang krusial bagi penyelamatan nyawa.
Pada September, kementerian melaporkan bahwa 70 persen generator rumah sakit telah berhenti berfungsi akibat kekurangan bahan bakar, pelumas, dan suku cadang yang disebabkan oleh blokade Israel.
Sejak Israel memutus pasokan listrik ke wilayah tersebut pada Oktober 2023, rumah sakit-rumah sakit di Gaza sangat bergantung pada generator untuk mengoperasikan ruang bedah, unit perawatan intensif (ICU), inkubator bayi, ventilator, dan mesin dialisis.
Satu-satunya pembangkit listrik di Gaza berhenti beroperasi pada 11 Oktober 2023 setelah kehabisan bahan bakar, yang menyebabkan pemadaman listrik total. Sementara itu, jaringan listrik, kabel, dan infrastruktur distribusi mengalami kerusakan luas selama perang berlangsung.
Kerusakan pada jaringan listrik membuat rumah sakit tidak dapat kembali terhubung ke jaringan listrik utama, sehingga mereka terpaksa terus bergantung pada generator dalam jangka waktu yang lama.
Krisis listrik itu terus berlanjut, bahkan di tengah kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, akibat pembatasan berkelanjutan oleh Israel terhadap pasokan yang diperlukan untuk memulihkan sistem kesehatan di Gaza.
Sumber: Anadolu
Baca juga: UNICEF ungkap 60.000 anak Gaza kehilangan orang tua akibat perang
Baca juga: Korban agresi Israel di Gaza jadi 74.480 tewas, 175.539 luka
Baca juga: Qatar-Prancis desak Israel tarik pasukan dari Gaza
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira