Jakarta (ANTARA) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan kepatuhan perusahaan terhadap penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG/Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola) memengaruhi akses pembiayaan terhadap suatu proyek.

“Tata kelola yang baik telah menjadi faktor penting yang memengaruhi akses pembiayaan,” ujar Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Heldy Satrya Putera ketika ditemui di sela acara “Forum Mineral Kritis Multipihak Indonesia 2026” yang digelar di Jakarta, Kamis.

Oleh karena itu, Heldy meminta kepada para pengelola proyek hilirisasi untuk membangun tata kelola yang baik dengan memperhatikan penerapan ESG.

Di sisi lain, Heldy juga berharap agar lembaga pembiayaan dan para investor semakin memperhatikan penerapan ESG dalam menilai suatu proyek.

Baca juga: Indeks KESGI 50 siap diluncurkan berisi daftar 50 saham berkelanjutan

Ia menyoroti bagaimana tren global menuntut suatu produk lahir dari proses produksi yang tidak merusak alam maupun merugikan masyarakat di sekitar lokasi produksi.

“Mereka menuntut tidak hanya dalam bentuk hasil akhir saja, tetapi tata kelola, proses produksinya, juga sudah mereka tuntut (agar sesuai ESG),” ucap Heldy.

Untuk menyesuaikan dengan tren global, maka Heldy berharap agar proyek-proyek yang berlangsung di Indonesia dapat lebih memperhatikan lingkungan, pengambilan sumber daya alam yang tidak merusak alam, hingga memperhatikan hak-hak masyarakat yang berada di sekitar proyek.

“Apabila kita ingin masuk ke pasar global, otomatis harus ikut itu. Berkaitan juga dengan biaya dan sebagainya,” ujar Heldy.

Baca juga: PNM raih ESG NOW Awards 2026, dorong nasabah Mekaar ubah sampah jadi nilai ekonomi

Apabila untuk menerapkan ESG membutuhkan biaya operasional yang lebih tinggi dan memengaruhi harga produk yang dihasilkan, Heldy meyakini akan terbentuk titik kesetimbangan baru yang mempertemukan produk tersebut dengan konsumen yang mementingkan penerapan ESG.

“Akan terbentuk ekuilibrium yang baru dengan tuntutan tadi untuk harganya. Pasti menyesuaikan dan masyarakat juga mau membeli untuk alam mereka tetap lestari, kesehatan mereka tetap terjaga,” kata Heldy.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Putu Indah Savitri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira