Sementara itu, hasil verifikasi dan validasi Keluarga Risiko Stunting (Verval KRS) tahun 2025, mencatat 136 keluarga berisiko stunting

Bintan (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepulauan Riau (Kepri) menghadirkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Desa Mapur, Kabupaten Bintan, yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura.

"Melalui GENTING, komitmen untuk mendukung pemenuhan gizi anak terus diperkuat agar menjangkau keluarga yang membutuhkan hingga ke tapal batas Indonesia," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri Victor Palimbong di Desa Mapur, Rabu.

Komitmen tersebut, kata dia, diwujudkan melalui penyerahan bantuan nutrisi kepada balita non-PAUD serta bantuan Rumah Layak Huni (RLH) bagi keluarga sasaran di Desa Mapur.

Penyerahan bantuan itu merupakan bagian dari gotong-royong bersama Orientasi Keluarga Gerakan Atasi Stunting (OKE GAS), yang diikuti pegawai bersama Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Perwakilan BKKBN Kepri.

Menurutnya perhatian terhadap keluarga di Desa Mapur menjadi penting mengingat tantangan pembangunan keluarga yang perlu dijawab bersama.

Berdasarkan data yang terekam, terdapat 156 Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Mapur. Sementara itu, hasil verifikasi dan validasi Keluarga Risiko Stunting (Verval KRS) tahun 2025, mencatat 136 keluarga berisiko stunting.

"Data ini menjadi gambaran pentingnya penguatan pendampingan dan dukungan bagi keluarga agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal," ujarnya.

Victor memaparkan bantuan nutrisi diberikan kepada balita yang belum memperoleh bantuan Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG 3B).

Paket bantuan berupa bahan pangan bergizi, khususnya sumber protein hewani dan zat gizi esensial lainnya, yang disesuaikan dengan kebutuhan sasaran serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mendukung pencegahan stunting sejak dini.

Selain pemenuhan gizi, lanjutnya, bantuan RLH merupakan wujud perhatian terhadap kondisi tempat tinggal keluarga sasaran. Hunian yang layak menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

"Dengan adanya bantuan ini, keluarga penerima manfaat diharapkan dapat merasakan dukungan nyata untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih baik," ujar Victor.

Sementara, Camat Bintan Pesisir Assun Ani menyampaikan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam memperkuat upaya pencegahan stunting terutama di daerah yang memiliki wilayah khusus, seperti Desa Mapur.

Menurutnya peran utama keluarga dan dukungan lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang memadai serta tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kesehatan dan perkembangannya.

"Kolaborasi beragam pihak semakin memperkuat upaya pencegahan stunting yang menjadi wilayah khusus, seperti Desa Mapur," ujarnya.

Baca juga: Wamen Isyana: Program DASHAT dukung generasi Kepri bebas stunting

Baca juga: BKKBN Kepri ungkap keberhasilan Program Genting, jangkau 10.111 KRS

Pewarta: Ogen
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ogen

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira