Kami melihat bahwa ketahanan eksternal Indonesia perlu terus diperkuat guna mitigasi dampak rambatan tingginya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran investasi portofolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026 mengalami net inflows sebesar 13,23 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

“Kami melihat bahwa ketahanan eksternal Indonesia perlu terus diperkuat guna mitigasi dampak rambatan tingginya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, Destry memaparkan bahwa aliran investasi portofolio asing pada triwulan III 2026 mencatat net outflows sebesar 0,08 miliar dolar AS, terutama disebabkan outflow pada saham.

Kemudian, pada awal triwulan IV 2026 hingga 23 Oktober 2026, arus modal asing membaik dengan mencatat net inflows sebesar 0,04 miliar dolar AS yang utamanya didukung oleh investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Adapun neraca perdagangan pada Januari hingga September 2026 mencatat surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS, dengan perkembangan pada September 2026 mencatat surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS.

Terkait dengan nilai tukar, rupiah akhir bulan September 2026 mengalami penguatan pada level Rp17.870 per dolar AS.

Namun, rupiah pada Oktober dan November 2026 mengalami pelemahan sehingga posisi pada 2 November 2026 menjadi Rp18.145 per dolar AS dibandingkan pada periode penguatan pada September 2026 yaitu Rp17.870 per dolar AS.

Destry mengatakan bahwa pelemahan ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat, serta sentimen investor global terhadap aset negara berkembang.

Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tetap kuat yakni sebesar 146,3 miliar dolar AS.

Jumlah ini setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Level ini juga masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang sebesar 3 bulan impor.

Baca juga: KSSK koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 jadi 5,4-5,5 persen

Baca juga: KSSK sebut stabilitas keuangan Indonesia terjaga pada kuartal III 2026

Baca juga: Menkeu Suahasil siap lanjutkan koordinasi dengan KSSK

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rizka Khaerunnisa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira