Uji coba tersebut menyasar 64 siswa kelas 6 serta tiga orang guru pendamping

Mataram (ANTARA) - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, kegiatan uji coba pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Kota Mataram, terbukti efektif meningkatkan selera makan peserta didik sekaligus meminimalkan sisa makanan secara signifikan.

​Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Mataram, M Rizky Prasetyo di Mataram, Sabtu, mengatakan, pelaksanaan program MBG sistem prasmanan yang diuji coba selama tiga hari yakni pada 19–21 Oktober 2026 di SD Al Iqro Mataram memberikan dampak positif yang langsung terasa bagi para penerima manfaat.

​"Penyajian makanan dengan sistem prasmanan tidak hanya menjaga kualitas gizi dan kehangatan hidangan, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan tertib di lingkungan sekolah," katanya.

Dikatakan, kegiatan uji coba MBG prasmanan tersebut dilakukan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KaSPPG) Kota Mataram Selaparang Karang Baru 2, seusai pendistribusian di SD Iqra.

Baca juga: BGN libatkan posyandu turut awasi Program MBG

"Uji coba tersebut menyasar 64 siswa kelas 6 serta tiga orang guru pendamping," katanya.

​Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, katanya, terdapat empat poin utama yang menjadi catatan keberhasilan distribusi MBG sistem prasmanan di sekolah antara lain, efisiensi konsumsi makanan sebab hampir tidak ada sisa makanan (zero waste) dari porsi yang disajikan.

"Sebab siswa mengambil dan mengonsumsi hidangan hingga habis sesuai dengan porsi dan kebutuhan masing-masing," katanya.

Selain itu, dari sisi kualitas dan kehangatan hidangan, penyajian makanan dalam kondisi hangat dan segar (fresh) terbukti mampu meningkatkan nafsu serta selera makan para siswa maupun guru penikmat manfaat.

Baca juga: Menko Zulhas tegaskan pasokan MBG wajib gunakan UMKM lokal
​
Di samping itu, penerapan MBG prasmanan dapat memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (clean and healthy) karena proses mengambil makanan secara mandiri melatih perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) anak-anak, seperti budaya mengantre dan kewajiban mencuci tangan sebelum makan.

Penataan makanan (food display), juga memberikan kontribusi sebab dengan penataan yang rapi, bersih, dan bervariasi meningkatkan daya tarik penyajian.

Dengan demikian, penerima manfaat dapat melihat langsung ragam menu gizi seimbang yang disediakan sehingga lebih bersemangat untuk menghabiskan makanan mereka.

"​Hasil evaluasi positif dari SD Iqra itu, kami harapkan dapat menjadi acuan serta tolok ukur penguatan tata kelola dan pola distribusi program MBG di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya ke depan," katanya.

Baca juga: Korwil SPPG Batam sidak IPAL dapur MBG pastikan berfungsi optimal

Semua hasil evaluasi itu, tambah Rizky, sudah dilaporkan ke pimpinan secara berjenjang dan keputusan pelaksanaan secara permanen ada di pimpinan.

"Kami di daerah menunggu kebijakan pimpinan, dan siap melaksanakan kebijakan tersebut," katanya.

Baca juga: Menteri UMKM beberkan alasan partisipasi UMKM belum maksimal di MBG

Pewarta: Nirkomala
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nirkomala

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira