Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penanganan, investigasi, dan uji laboratorium kasus gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/10) terus berjalan.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan tim BGN Pusat bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, serta tim asistensi telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi dan memantau perkembangan kondisi para siswa.
"Tentu kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Saat ini, tim kami dari BGN Pusat, KPPG setempat, serta tim asistensi sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi," ujar Tysa di Jakarta, Rabu.
Baca juga: BGN ungkap penyebab dana operasional SPPG tidak cair
Terkait informasi yang beredar di publik mengenai lebih dari 400 siswa terdampak gangguan kesehatan yang diduga akibat Makan Bergizi Gratis (MBG), Tysa menjelaskan bahwa angka tersebut tidak berdasarkan fakta di lapangan.
Berdasarkan pendataan di lapangan, sebanyak 40 siswa sempat memerlukan observasi di Puskesmas Cangkurawok, Rumah Sakit Medika Dramaga, dan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi.
Jumlah siswa yang masih menjalani observasi kemudian terus berkurang seiring perkembangan hasil pemantauan, sedangkan berdasarkan data terbaru hingga pukul 23.42 WIB, sebanyak 13 siswa masih menjalani observasi di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dan Rumah Sakit Medika Dramaga.
"Perlu kami luruskan, informasi yang beredar di luar menyebutkan ada 400 orang yang terdampak, tetapi informasi yang benar adalah 13 orang yang terdampak sampai dengan malam hari ini," kata Tysa.
Baca juga: BGN kembalikan Rp160 miliar ke kas negara tindaklanjuti temuan BPK
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat sesuai perkembangan data di lapangan, bukan untuk mengecilkan dampak kejadian. BGN tetap memprioritaskan penanganan siswa yang mengalami keluhan kesehatan serta melakukan investigasi untuk memastikan penyebabnya.
Dari hasil penelusuran awal, dugaan sementara mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG Bogor Dramaga 4. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian karena sampel makanan masih menjalani pemeriksaan laboratorium.
"Sampel makanan telah dibawa untuk diperiksa di laboratorium. Kita tunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang lebih mendetail," ucap Tysa.
Ia juga menambahkan, BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Bogor Dramaga 4 untuk mendukung proses investigasi dan evaluasi.
Baca juga: BGN uji coba MBG prasmanan tahap dua di SD Al Iqro Mataram
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Lintang Budiyanti Prameswari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira