Jakarta (ANTARA) - Nasi yang disantap saat masih panas memang menggugah selera, apalagi jika ditambah lauk dan sambal. Namun, ada juga yang lebih memilih menyimpan nasi di kulkas lalu dipanaskan kembali sebelum dimakan.

Beberapa orang mungkin pernah mendengar rumor bahwa nasi yang dingin lebih baik bagi kesehatan, bahkan dipercaya mampu mengurangi gula darah dan mengontrol berat badan.

Lalu, apakah hal tersebut benar adanya? Atau hanya mitos belaka? Simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: 9 gejala gula darah tinggi yang sering tidak disadari

Mengapa nasi dingin baik untuk kesehatan?

Menurut penjelasan Healthline, nasi yang sudah didinginkan memiliki kandungan pati resisten yang lebih tinggi dibandingkan nasi yang baru matang.

Pati resisten adalah jenis karbohidrat yang tidak bisa dicerna oleh tubuh tapi bisa difermentasi oleh bakteri di usus. Fungsinya yaitu sebagai prebiotik yang menyediakan makanan bagi bakteri baik di saluran pencernaan.

Salah satu jenisnya adalah retrograded starch yang terbentuk saat nasi dimasak lalu didinginkan. Uniknya, nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali ternyata mempunyai kandungan pati resisten yang lebih tinggi.

Sebuah penelitian membandingkan nasi putih yang baru matang dengan nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali. Hasilnya, nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali mempunyai pati resisten 2,5 kali lebih tinggi dan terbukti bisa mengontrol gula darah dengan stabil.

Mengutip dari BBC, ada salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kandungan pati resisten di nasi. Cobalah memasaknya dengan satu sendok teh minyak kelapa selama 40 menit, lalu dinginkan nasi dan simpan di kulkas selama 12 jam.

Proses pendinginan berfungsi untuk memproduksi pati resisten. Ketika nasi dimasak, amilosa yang merupakan bagian pati yang larut akan keluar dari granula selama proses gelatinisasi.

Setelah itu, nasi yang didinginkan akan membuat berbagai molekul amilosa tersebut membentuk ikatan hidrogen yang membantu mengubah struktur pati menjadi lebih sulit dicerna.

Ada banyak manfaat pati resisten untuk kesehatan, seperti memperbaiki pencernaan, menjaga kesehatan usus, mengatur kadar gula darah, membuat kenyang lebih lama, dan menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus.

Baca juga: Diabetes juga bisa menyerang usia muda, kenali faktor risikonya

Risiko mengonsumsi nasi dingin

Memakan nasi dingin atau nasi yang dipanaskan lagi bisa meningkatkan risiko keracunan makanan akibat bakteri Bacillus cereus. Setelah mengonsumsinya sekitar 15-30 menit, bakteri tersebut bisa mendorong kram perut, muntah, dan diare.

Yang perlu diketahui adalah permasalahan tersebut muncul bukan karena suhunya tetapi karena cara nasi disimpan dan didinginkan. Bakteri berbahaya tersebut bisa berkembang biak dengan cepat ketika nasi berada di suhu 4-60 derajat celcius.

Nasi matang yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang bisa mendorong spora Bacillus cereus berkembang menjadi bakteri aktif. Bakteri tersebut berkembang biak sehingga menimbulkan keracunan makanan. Nasi yang dipanaskan lagi juga belum tentu terhindar dari racun tersebut.

Hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan segera mendinginkan nasi yang sudah matang dan simpan di kulkas dalam jangka waktu yang aman. Jangan membiarkan nasi terlalu lama di suhu ruang dan panaskan kembali nasi sebelum dikonsumsi.

Baca juga: Sering haus dan buang air kecil jadi tanda awal diabetes? Ini faktanya

Baca juga: Sering haus meski sudah minum air putih? Ini 7 penyebabnya

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Raissa Kusuma Hapsari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira