Jakarta (ANTARA) - Merokok selama ini dikenal sebagai kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari gangguan paru-paru hingga penyakit jantung. Namun, dampaknya ternyata tidak hanya berkaitan dengan kesehatan organ tubuh. Kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi pria, termasuk kualitas sperma.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pria yang merokok cenderung memiliki kualitas sperma lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak merokok. Kondisi tersebut dapat memengaruhi peluang terjadinya kehamilan, terutama jika disertai faktor risiko lainnya.

Lantas, benarkah merokok bisa memperburuk kualitas sperma?

Jawabannya adalah fakta. Kandungan zat kimia dalam asap rokok dapat memengaruhi proses pembentukan dan fungsi sperma.

Menurut American Society for Reproductive Medicine (ASRM), paparan asap rokok berkaitan dengan penurunan sejumlah parameter sperma, seperti konsentrasi, pergerakan, dan bentuk sperma. Dampaknya juga cenderung meningkat seiring dengan banyaknya rokok yang dikonsumsi.

Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa konsentrasi sperma pria perokok rata-rata lebih rendah dibandingkan pria yang tidak merokok. Meski begitu, tingkat penurunannya dapat berbeda pada setiap individu.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan zat berbahaya dalam asap rokok, seperti nikotin, karbon monoksida, dan berbagai senyawa beracun lainnya. Paparan zat tersebut dapat memicu stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kemampuan antioksidan untuk menetralkannya.

Stres oksidatif dapat merusak sel, termasuk sel sperma. Dampaknya bukan hanya pada jumlah sperma, tetapi juga kemampuan sperma untuk bergerak dan menjalankan fungsinya dalam proses pembuahan.

Baca juga: Nutrisi penting untuk menjaga kesuburan dan kualitas sperma pria

Apa saja dampaknya terhadap sperma?

Ada beberapa aspek kualitas sperma yang berpotensi terganggu akibat kebiasaan merokok.

  1. Jumlah sperma berkurang: Sejumlah penelitian menemukan bahwa pria perokok cenderung memiliki konsentrasi sperma lebih rendah. Jika jumlahnya terlalu sedikit, peluang sperma mencapai sel telur dapat ikut berkurang.

  2. Pergerakan sperma terganggu: Sperma membutuhkan kemampuan bergerak dengan baik agar dapat mencapai dan membuahi sel telur. Paparan zat berbahaya dari rokok dapat memengaruhi kemampuan tersebut.

  3. Bentuk sperma tidak normal: Merokok juga dikaitkan dengan meningkatnya jumlah sperma yang memiliki bentuk tidak normal. Kondisi ini berpotensi mengganggu fungsi sperma dalam proses pembuahan.

  4. Kerusakan DNA sperma: Senyawa beracun dan stres oksidatif akibat asap rokok dapat memicu kerusakan materi genetik pada sperma. Dampak biologisnya masih terus diteliti, tetapi kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam kesehatan reproduksi pria.

Baca juga: Kecemasan dapat mempengaruhi kualitas sperma dan sel telur

Apakah merokok bisa menyebabkan pria mandul?

Meski dapat memperburuk kualitas sperma, bukan berarti setiap pria yang merokok pasti mengalami kemandulan.

ASRM menjelaskan bahwa kualitas sperma pria perokok memang cenderung lebih rendah dibandingkan pria yang tidak merokok. Namun, bukti ilmiah yang secara langsung memastikan bahwa merokok menyebabkan infertilitas pria masih belum sepenuhnya konklusif.

Artinya, merokok merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesuburan, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Kondisi kesehatan, usia, pola hidup, dan faktor reproduksi lainnya juga dapat memengaruhi kemampuan pria untuk memiliki keturunan.

Berhenti merokok untuk menjaga kesuburan

Menghentikan kebiasaan merokok menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi. Perbaikan kualitas sperma tidak terjadi secara instan karena tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk sel sperma baru.

Proses pembentukan sperma umumnya berlangsung sekitar 74 hari. Karena itu, perubahan pola hidup, termasuk berhenti merokok, perlu dilakukan secara konsisten agar tubuh memiliki kesempatan memperbaiki kualitas sperma.

Selain itu, menjaga pola makan seimbang, berolahraga secara teratur, tidur cukup, dan menghindari paparan asap rokok juga dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi.

Jika sedang merencanakan kehamilan dan memiliki kekhawatiran mengenai kesuburan, pria dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan analisis sperma.

Dengan demikian, anggapan bahwa merokok dapat memperburuk kualitas sperma bukan sekadar mitos. Meski tidak otomatis menyebabkan kemandulan, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu kesehatan reproduksi dan sebaiknya dihentikan.

Baca juga: Cemas pengaruhi kualitas sperma dan sel telur hingga modus baru judol

Baca juga: Rahasia di balik suara Paus Sperma di Laut China Selatan

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Raihan Fadilah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira