Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Dimensi Internasional Tax (DDTC) telah menyelesaikan kajian untuk evaluasi efektivitas insentif perpajakan bagi perusahaan tercatat (emiten) di pasar modal Indonesia.
Kajian itu sebagai upaya untuk memperkuat emiten maupun calon emiten termasuk kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi mereka.
“Saat ini, perusahaan yang memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh insentif perpajakan berupa pengurangan tarif pajak penghasilan badan sebesar 3 persen. Kami tentu berharap kajian yang berfokus pada empat pilar insentif ini akan dapat menjadi penguatan bagi perusahaan-perusahaan calon maupun perusahaan tercatat,” ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BEI dengan Kementerian UMKM di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.
Jeffrey mengatakan hasil kajian tersebut juga menjadi bagian dari upaya BEI untuk memperkuat pemahaman perusahaan mengenai peluang pengembangan bisnis melalui pasar modal Indonesia, termasuk optimalisasi fasilitas insentif perpajakan.
Dalam kesempatan ini, BEI menghadirkan PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) untuk berbagi pengalaman dalam memanfaatkan insentif pajak yang telah dihadirkan oleh pasar modal Indonesia.
Jeffrey menegaskan UVCR merupakan salah satu emiten yang sebelumnya tercatat di Papan Akselerasi setelah aksi IPO, yang kemudian berhasil naik kelas ke Papan Pengembangan.
Ke depan, Ia memastikan BEI terus berkomitmen mendampingi perusahaan sejak tahap awal melalui edukasi dan pembinaan hingga perusahaan siap melantai di bursa dan memanfaatkan pasar modal untuk mengembangkan bisnis.
"Fokus kami bukan hanya sekedar meningkatkan jumlah IPO, tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Jeffrey.
Dalam kesempatan ini, BEI melangsungkan Seremoni Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian UMKM, Penandatanganan Nota Kesepahaman antara dengan Surveyor Indonesia, Peluncuran Go Public Academy for SME, serta Acara RISE to IPO Talk Show "Beyond Capital: Exploring IPO Opportunities and Tax Incentives"
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Bagus Rachman mengungkapkan saat ini terdapat sebanyak 43 emiten yang masuk kategori Usaha Kecil Menengah (UKM).
Melalui pasar modal Indonesia, sebanyak satu UKM telah berhasil naik kelas dari Papan Akselerasi ke Papan Pengembangan yaitu PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR).
Baca juga: IHSG sideways di tengah investor "wait and see" data ekonomi domestik
Baca juga: Dirut BEI: Saham syariah miliki ketahanan baik di tengah tekanan pasar
Baca juga: OJK gunakan asas Una Via dalam penegakan hukum di pasar modal
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Heriyanto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira