Bandarlampung (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) menyatakan kesiapannya dalam menindak tegas kegiatan pembukaan lahan baru di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) untuk tetap menjaga pelestarian kawasan konservasi.

"Luas lahan secara keseluruhan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang mengalami perambahan kurang lebih seluas 40 ribu hektare," ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) Hifzon Zawahiri di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan luas lahan yang mengalami perambahan tersebut ditanami berbagai tanaman dan rata-rata merupakan tanaman kopi robusta.

"Dengan adanya ini ke depan kami tidak mentolerir lagi adanya aktivitas pembukaan baru lahan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan," ucap dia.

Dia menjelaskan sebelumnya di kawasan Bukit Barisan Selatan yang ada di wilayah Bengkulu, pihaknya telah menindak secara tegas aktivitas pembukaan kawasan konservasi seluas 40 hektare yang direncanakan akan di tanami sawit.

"Sudah kami ambil tindakan dan amankan kemarin, info terakhir dari 12 orang, sudah ditetapkan 4 tersangka. Dan terkait kejadian ini juga masih didalami oleh Polres Kaur terkait keterlibatan aparat," tambahnya.

Dia mengharapkan dengan adanya tindakan tegas dalam merespon adanya aktivitas perambahan serta pembukaan lahan di kawasan konservasi, dapat mencegah adanya kasus serupa di seluruh wilayah konservasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

"Kalau ada efek jera, selanjutnya kami akan berupaya agar ada pemulihan ekosistem di lahan konservasi yang dibuka atau dirambah agar kembali ke fungsi awal. Sebab ini sangat penting sekali karena menyangkut habitat flora serta fauna," ujar dia.

Menurut dia, sebab dampak negatif dari aktivitas perambahan hutan telah dirasakan secara luas seperti adanya satwa liar seperti harimau, dan gajah yang keluar dari kawasan hutan. Lalu terjadi kekeringan panjang, yang mengakibatkan surutnya sungai dan saat hujan lebat terjadi banjir.

Baca juga: BBTNBBS: Kemitraan konservasi jaga restorasi hutan-sejahterakan rakyat

Baca juga: BBTNBBS perluas sinergi deteksi dini kejahatan lingkungan di TNBBS

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ruth Intan Sozometa Kanafi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira