Jakarta (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta telah melakukan intervensi keamanan pangan di 19 kelurahan, 14 sekolah, dan satu pasar di Jakarta Pusat selama 2026.

Kepala BBPOM Jakarta, Jeffeta Pradeko Putra mengatakan pelaksanaan program intervensi keamanan pangan sejak awal tahun hingga Oktober 2026 berjalan dengan baik.

“Indikator keberhasilan utama dari pelaksanaan program ini, yakni tidak ditemukannya kasus keracunan pangan, serta komitmen dan pemantauan mandiri secara konsisten oleh para pemangku kepentingan di tingkat kelurahan, sekolah, maupun pasar,” kata Jeffeta di Jakarta, Kamis.

Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Intervensi Keamanan Pangan Terpadu di Jakarta Pusat, Jeffeta menyampaikan program tersebut mencakup tiga fokus utama, yakni Kelurahan Pangan Aman, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

Dia menyampaikan bahwa sejumlah wilayah dan instansi di DKI Jakarta telah mencatat prestasi di tingkat nasional. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas penerapan program ke kelurahan, sekolah, dan pasar lainnya.

Baca juga: BBPOM Jakarta libatkan Pramuka awasi keamanan pangan selama Ramadhan

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, pengelola pasar, pelaku usaha, dan organisasi kemasyarakatan.

Menurut dia, pelaksanaan program tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 113 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Keamanan Pangan Terpadu.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat," ujarnya.

Arifin menjelaskan program keamanan pangan terpadu di Jakarta Pusat telah dimulai melalui audiensi pada 31 Maret 2026 dan dilanjutkan dengan berbagai tahapan intervensi.

Ia berharap hasil evaluasi menghasilkan rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang jelas untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta perilaku masyarakat dalam menjaga keamanan pangan.

“Semoga monev menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat, langkah tindak lanjut yang jelas serta komitmen bersama untuk menjamin keberlanjutan pangan di Jakarta Pusat,” ujar Arifin.

Baca juga: Pemkot gandeng BBPOM pastikan obat dan makanan yang beredar di Jakut aman

Baca juga: BBPOM DKI kenalkan "Kota Pangan Aman" untuk edukasi masyarakat

Baca juga: BBPOM Jakarta edukasi warga Pulau Tidung terkait gizi dan pangan aman

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Adimas Raditya Fahky P

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira