Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi DKI Jakarta memberangkatkan tim tanggap darurat ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk membantu pemulihan kesehatan masyarakat terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua Baznas/Bazis DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar mengatakan aksi bertajuk "Napas untuk Negeri" tersebut merupakan bentuk solidaritas warga Jakarta terhadap masyarakat yang terdampak karhutla, terutama anak-anak, balita, dan lanjut usia.
"Selama langit Kalimantan Tengah belum bersih, kerja kemanusiaan kita juga belum selesai," kata Akhmad dalam seremoni pemberangkatan tim di Jakarta, Jumat.
Akhmad mengungkapkan, persoalan kesehatan masyarakat tidak selesai hanya karena kondisi cuaca mulai membaik dan intensitas asap berkurang.
Menurut dia, warga yang mengalami gangguan pernapasan masih membutuhkan pendampingan dan pelayanan kesehatan untuk memulihkan kondisinya.
Baca juga: Polda Kalteng kerahkan personel BKO perkuat penanganan karhutla
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dipublikasikan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 21 Oktober 2026 tercatat 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap karhutla di 68 kabupaten/kota pada tujuh provinsi prioritas.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 75.172 kasus dialami anak usia 0-5 tahun dan 49.680 kasus pada kelompok lanjut usia berusia 60 tahun ke atas. Bencana tersebut juga mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan 349 orang mengalami luka-luka.
Akhmad mengatakan Baznas/Bazis DKI Jakarta ingin mengambil bagian dalam penanganan dampak bencana melalui pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat setelah terpapar asap.
Aksi yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 6 November 2026 itu menargetkan sedikitnya 1.500 penerima manfaat langsung dengan alokasi anggaran Rp223.442.500.
Baznas/Bazis DKI Jakarta juga membuka penghimpunan donasi kampanye "Napas untuk Negeri" hingga 30 November 2026 dengan target Rp3 miliar untuk menjangkau 20.139 penerima manfaat.
Hingga 29 Oktober 2026, donasi yang terkumpul mencapai Rp316.060.956. "Kepedulian kita juga tidak boleh berhenti di sana, tapi perlu kita terus berlanjut sampai mereka mengalami kesehatan sehat sebagaimana semula," ujar Akhmad.
Baca juga: Puan minta penegakan hukum 20 korporasi kasus karhutla transparan
Baca juga: Baznas DKI targetkan himpun dana ZIS Rp450 miliar pada 2026
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Adimas Raditya Fahky P
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira