Jakarta (ANTARA) - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Totok Heriyono menyampaikan apresiasi dan harapannya pada peringatan HUT ke-73 Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"KPU dapat menjadikan semangat Pemilu 1955 sebagai pijakan membangun kualitas demokrasi Indonesia yang beradab di masa depan," kata Totok dalam sambutannya pada acara talkshow spesial hari lahir KPU di Jakarta, Sabtu.
Totok menekankan pentingnya mengambil pelajaran sejarah dari Pemilu 1955 yang dinilai paling demokratis sepanjang sejarak Pemilu Indonesia.
"Saya sangat bahagia di hari ini, KPU luar biasa tagline-nya mengawal suara rakyat, menjaga demokrasi. Dinamika untuk memilih tanggal 7 November ini tentu tidak main-main, apalagi spiritnya yang diambil Keputusan Presiden Tahun 1953 untuk mengawal Pemilu 1955," kata Totok.
Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap komitmen KPU yang mengusung misi besar dalam momentum sejarah ini.
Menurutnya, berbagai literasi sejarah mencatat bahwa Pemilu 1955 merupakan pemilu terbaik yang pernah diselenggarakan di Indonesia.
Spirit tersebut dinilai sangat relevan untuk dihidupkan kembali oleh penyelenggara pemilu saat ini.
"Tentunya kita berharap hari lahir KPU ini menjadi spirit baru, spirit yang baik untuk menegakkan semangat Pemilu '55 yang melahirkan pemimpin berwatak negarawan," tegasnya.
Melalui momentum HUT ke-73 KPU ini, Totok yang hadir mewakili Ketua Bawaslu Rahmat Bagja berharap tata kelola pemilu dan iklim politik tanah air semakin matang.
"Kami berharap mulai 7 November ini, dengan hari lahirnya KPU, demokrasi di republik ini akan menjadi lebih beradab," harapnya.
KPU untuk pertama kalinya memperingati HUT ke-73 yang tetapkan peringatannya tanggal 7 November.
Peringatan hari lahir KPU digelar dengan kegiatan talkshow yang dihadiri para senior dan mantan komisioner KPU periode-periode sebelumnya.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan peringatan hari lahir KPU ini sebagai momentum refleksi diri, berkumpul dan bersilaturahmi jajaran KPU seluruh Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan demokrasi Indonesia lebih baik lagi.
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Laily Rahmawaty
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira