Jakarta (ANTARA) - Menghindari penggunaan perangkat elektronik selama 30 hingga 60 menit sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat dan menjaga energi tubuh pada keesokan harinya.

Kebiasaan mengurangi paparan layar sebelum tidur dapat membantu tubuh mempersiapkan diri untuk beristirahat.

Dokter naturopati Daniel Kellman, ND, FABNO, IFMCP, menjelaskan bahwa cahaya dari ponsel, tablet, dan televisi dapat menekan produksi melatonin, yaitu hormon yang memberi sinyal kepada otak bahwa waktu tidur telah tiba.

"Paparan cahaya dari tablet, ponsel, dan televisi dapat menekan pelepasan melatonin. Ketika produksi melatonin terhambat menjelang waktu tidur, proses transisi menuju tidur menjadi lebih lambat dan kualitas istirahat dapat terganggu," kata Kellman sebagaimana dikutip dari laman Eating Well pada Rabu (4/11).

Baca juga: 10 Kebiasaan sebelum tidur yang bisa tingkatkan kualitas istirahat

Baca juga: Tips efektif atasi demam anak di malam hari agar tidur nyenyak

Karena itu, ia menyarankan masyarakat menghentikan penggunaan perangkat elektronik sekitar 30 hingga 60 menit sebelum tidur agar kadar melatonin dapat meningkat secara alami.

Selain memengaruhi produksi melatonin, penggunaan layar pada malam hari juga dapat membuat otak tetap aktif. Paparan berita, media sosial, dan pesan pekerjaan berpotensi memicu respons stres sehingga seseorang lebih sulit menenangkan pikiran.

Psikolog Nicole Andreoli, Ph.D., mengatakan konten emosional seperti unggahan yang memicu kecemasan, berita, pesan singkat, dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat memengaruhi kondisi psikologis sebelum tidur.

Menurut dia, menjadikan waktu menjelang tidur sebagai bagian dari rutinitas yang lebih teratur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat dan energi pada hari berikutnya.

Psikolog Matt Glowiak, Ph.D., LCPC, CAADC, juga menyarankan kegiatan menulis jurnal singkat sebelum tidur. Seseorang dapat mencatat pekerjaan yang perlu diselesaikan keesokan hari, hal-hal yang sedang dipikirkan, serta persoalan yang dapat ditunda.

Kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi kebiasaan memikirkan masalah secara berulang sebelum tidur.

Selain mengurangi penggunaan layar, masyarakat disarankan menjaga jadwal tidur yang konsisten, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta memperoleh paparan cahaya matahari pada pagi hari.

Kellman juga mengingatkan konsumsi alkohol perlu diperhatikan karena meskipun dapat membuat seseorang lebih cepat tertidur, alkohol berpotensi menurunkan kualitas tidur dan menyebabkan tubuh tidak terasa segar saat bangun.

Baca juga: 7 cara mengatasi insomnia untuk memperbaiki kualitas tidur

Baca juga: Apa yang terjadi saat orang mengigau? Ini penjelasan medisnya

Baca juga: Sering terbangun tengah malam? Ini 7 tips tidur nyenyak

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright ยฉ ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA ยท Farika Nur Khotimah

At a glance

Topic
World
Country
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ID
Publisher language
ID
Added to Allnira