Jadi, kita mengandalkan hasil temuan lapangan, usulan dari tokoh masyarakat, serta usulan dari para kepala desa
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memastikan rekrutmen calon peserta didik Sekolah Rakyat tidak membuka jalur pendaftaran umum, melainkan akan menerjunkan tim untuk mencari langsung anak-anak yang membutuhkan di lapangan.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Rabu, mengatakan langkah jemput bola itu diambil agar bantuan pendidikan dari pemerintah daerah tepat sasaran serta menjangkau kelompok yang selama ini luput dari akses sekolah.
"Sistem rekrutmen Sekolah Rakyat tidak menggunakan jalur pendaftaran siswa secara umum. Perekrutannya berdasarkan usulan serta temuan langsung di lapangan," katanya.
Menurut Faiz, proses verifikasi calon siswa akan memadukan fakta lapangan dengan data usulan masyarakat lokal.
Pemerintah daerah, kata dia, mengandalkan laporan petugas lapangan, masukan tokoh masyarakat, hingga rekomendasi para kepala desa yang memahami langsung peta kemiskinan dan kondisi warganya.
Melalui sinergi bersama pemerintah desa dan para pejabat lokal, kata Faiz, pemerintah daerah optimistis Sekolah Rakyat mampu menjadi sarana pemerataan pendidikan yang efektif tanpa terbentur kendala administrasi.
"Jadi, kita mengandalkan hasil temuan lapangan, usulan dari tokoh masyarakat, serta usulan dari para kepala desa," katanya.
Kepala Dinas Sosial Batang Willopo mengatakan pada tahap awal, Sekolah Rakyat targetkan menampung 270 siswa terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai berlangsung pada tahun depan setelah pembangunan dan berbagai tahapan persiapan selesai.
"Kami berharap pelaksanaan Sekolah Rakyat dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok sasaran program, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah," katanya.
Baca juga: BGN pastikan penerima MBG di Batang yang sakit ditangani optimal
Baca juga: Pemkab: Tujuh desa di Batang bertransformasi menjadi desa wisata
Pewarta: Kutnadi
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Kutnadi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira