Batam (ANTARA) - Pembangunan fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) resmi dimulai di kawasan industri Kabil, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi pengembangan pusat data (data center).
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Amsakar Achmad mengatakan pembangunan SWRO tersebut merupakan bagian dari komitmen mitra strategis BP Batam dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk operasional pusat data.
“Sesungguhnya tidak sabar melihat realisasi SWRO ini karena pada kontrak kerja sama kita dengan para mitra data center, kita ingin kebutuhan air bersih untuk data center dapat dipenuhi oleh mitra kita sendiri,” katanya di Batam, Kamis.
Fasilitas SWRO yang dibangun akan berkapasitas 300 liter per detik (LPS) dan memasok kebutuhan pusat data yang dikembangkan di kawasan Nongsa dan Kabil.
“Untuk tahap pertama akan berkapasitas 300 LPS dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027,” katanya.
Pembangunan tahap pertama ditandai dengan peletakan batu pertama yang dihadiri oleh BP Batam bersama pihak pengelola kawasan Kabil, serta penandatanganan kontrak pembangunan.
Pembangunan akan dikerjakan oleh De Nora Water PTE LTD untuk SWRO System, PT Mitra Kharisma Konstruksi Prima untuk SWRO Civil dan MEP Installation, serta PR Guesse Strategis Indonesia untuk Intake SWRO.
Menurut dia, pembangunan tersebut diharapkan dapat membantu menjawab keterbatasan ketersediaan air bersih di Batam.
Amsakar mengatakan keandalan pasokan air bersih dan listrik perlu menjadi perhatian bersama seiring pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam.
Pada semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 7,28 persen, sementara realisasi investasi hingga triwulan ketiga mencapai Rp59,8 triliun.
Direktur Utama PT Kabil Citranusa Peters Vincen mengatakan lokasi SWRO dipilih karena berdekatan dengan laut, dengan jarak sekitar satu kilometer dari kawasan pembangunan.
“Fasilitas ini akan dilengkapi pipa transmisi untuk menyalurkan air bersih dari Kabil ke Nongsa sepanjang 12 kilometer. Lalu 300 LPS hanya tahap pertama, kita akan tambah secara bertahap hingga 700 LPS di 2030,” katanya.
Saat ini, terdapat tiga pusat data yang telah beroperasi, satu dalam tahap komisioning atau uji coba, serta dua lainnya masih dalam tahap pematangan lahan di kawasan Nongsa Digital Park.
Nilai investasi pembangunan fasilitas SWRO tahap ini mencapai Rp600 miliar.
CEO Citramas Group Mike Wiluan mengatakan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam lima tahun terakhir turut meningkatkan posisi Batam sebagai salah satu hub pusat data strategis di Asia.
“Maka dari itu untuk mendukung kebutuhan operasional industri tersebut, kami bekerja sama dengan PLN Batam dalam memastikan keandalan pasokan listrik serta menyiapkan konektivitas internet melalui jaringan kabel serat optik dan kabel bawah laut,” katanya.
Selain SWRO, kawasan Kabil telah memiliki fasilitas penyediaan air bersih melalui embung sejak 1972 dengan kapasitas 60 LPS. Dengan dukungan fasilitas SWRO, direncanakan meningkat menjadi 120 LPS pada triwulan pertama 2027.
Baca juga: BP Batam pastikan pembangunan SWRO wajib penuhi seluruh perizinan
Baca juga: BP Batam wajibkan pengembang data center bangun instalasi air mandiri
Baca juga: Mentrans dukung pengolahan air laut untuk pusat data di Batam
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Amandine Nadja
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira