Jakarta (ANTARA) - Pendiri Baswara Institute Affandi Affan mengapresiasi langkah tegas dan respons cepat Kapolri dalam merespons polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang berujung pada pencopotan mantan Kapolres Sukoharjo.

“Ketika muncul persoalan yang menjadi perhatian publik, Kapolri mampu mengambil langkah cepat dan tegas sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepada masyarakat,” ujar Affandi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Tindakan pencopotan mantan Kapolres Sukoharjo itu, lanjutnya, menunjukkan kepemimpinan yang responsif terhadap dinamika dan aspirasi masyarakat, sekaligus menjadi bukti komitmen Polri dalam menjaga profesionalitas institusi, kepercayaan publik, serta memastikan setiap persoalan mendapatkan perhatian serius.

Dia berpendapat kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi institusi kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum.

Karena itu, lanjutnya, respons cepat pimpinan Polri terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat merupakan langkah penting dalam menjaga legitimasi dan kepercayaan publik.

Baca juga: KWI ajak masyarakat beri kepercayaan penuh kepada Polri

Affandi menegaskan penegakan hukum harus senantiasa berpedoman pada prinsip profesionalitas, proporsionalitas, transparansi, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Penegakan hukum, lanjutnya, tidak boleh kehilangan dimensi kemanusiaan. Apalagi, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan dan pembinaan moral yang memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat.

"Karena itu, setiap tindakan aparat penegak hukum harus tetap memperhatikan prosedur, etika, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, bijak, dan tidak terburu-buru membangun persepsi negatif terhadap institusi Polri maupun mudah terprovokasi oleh berbagai pemberitaan dan narasi yang cenderung menyudutkan kepolisian terkait insiden penggeledahan pondok pesantren di Sukoharjo.

Dia menuturkan masyarakat perlu melihat persoalan tersebut secara utuh, jernih, dan objektif.

Langkah cepat dan tegas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam merespons persoalan, kata dia, justru menunjukkan kepemimpinan yang terbuka terhadap aspirasi publik dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga profesionalitas institusi.

Baca juga: Polri mutasi Kapolres Sukoharjo usai polemik penggeledahan ponpes

"Itu menunjukkan Polri senantiasa berupaya hadir, mendengarkan aspirasi publik, serta memastikan profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Affandi.

Dia menilai masyarakat membutuhkan Polri yang kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat.

Maka dari itu, Affandi mengajak semua pihak untuk menjaga kepercayaan publik, tidak memperkeruh suasana, dan mendukung berbagai langkah positif yang dilakukan Kapolri.

"Kritik tetap diperlukan, tetapi harus disampaikan secara konstruktif dan berdasarkan fakta,” tuturnya.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Agatha Olivia Victoria

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira